BANDUNG – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci kemajuan bangsa. Hingga dia mendorong agar riset para ahli, sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri. Dengan demikian, sifatnya sangat aplikatif dan berguna bagi masyarakat luas.
Brian menekankan, riset sesuai kebutuhan industri harus menjadi fokus utama akademisi dan peneliti di Indonesia. Menurutnya, hasil penelitian yang mengarah untuk mampu menjawab kebutuhan pasar, akan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
“Saya pun dulu seorang dosen dan peneliti, jadi saya tahu betul perjuangan di tengah keterbatasan dana. Tapi inilah semangat yang kita butuhkan saat ini untuk menghasilkan riset sesuai kebutuhan industri,” ujar Brian.
Ia berkomitmen mendorong kolaborasi strategis antara dunia riset dan pelaku industri. Brian menyatakan, pemerintah siap memfasilitasi pendanaan agar hasil penelitian bersifat aplikatif dan tidak berhenti pada tahap prototipe.
“Industri silakan sampaikan kebutuhannya. Kami akan kumpulkan peneliti terbaik untuk menghasilkan riset sesuai kebutuhan industri yang bisa langsung digunakan,” tegasnya.
Brian juga menegaskan, riset harus memiliki nilai ekonomi jelas dan mampu masuk ke pasar.
“Patokan saya sederhana, hasil riset itu harus bisa dijual. Dengan begitu, kita bisa mengurangi ketergantungan pada subsidi dan memperkuat daya saing,” jelasnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh akademisi, peneliti, dan pelaku industri melanjutkan sinergi pasca-KSTI 2025. Brian berharap KSTI 2026 akan menjadi ajang untuk memamerkan hasil nyata dari riset dari seluruh para ahli dan peneliti terbaik di Indonesia. (*)
