JAKARTA – Menteri Brian Yuliarto mendorong sains dan teknologi sebagai pilar SDM unggul untuk Indonesia yang mandiri dan maju. Ia menyampaikan pandangan ini dalam kuliah umum strategis di Lemhannas RI pada Selasa (29/7). Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kapasitas kepemimpinan nasional, panitia menghadirkan lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor.
Mereka terdiri atas pejabat eselon I dan II, akademisi, pimpinan industri, ASN, TNI, Polri, serta delegasi dari Singapura, Malaysia, India, dan Timor Leste. Dalam forum ini, Menteri Brian menegaskan bahwa pilar SDM unggul harus menjadi penggerak utama transformasi nasional lintas sektor.
Untuk memperjelas urgensinya, Menteri Brian lebih lanjut menyampaikan bahwa negara-negara maju pada umumnya mengandalkan masyarakat yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kepemimpinan, serta menjunjung tinggi integritas. Oleh karena itu, kombinasi ketiga hal tersebut menjadi syarat utama dalam membentuk pilar SDM unggul yang mampu bersaing secara global. Ia menyatakan keyakinannya bahwa para peserta kuliah umum mampu menjadi bagian dari pilar SDM unggul yang akan memperkuat pondasi bangsa ke depan.
Selanjutnya, ia mengaitkan urgensi pembangunan SDM dengan penguatan Asta Gatra, yakni delapan aspek kehidupan nasional. Dalam konteks ini, ia menekankan bahwa sains dan teknologi harus menjadi kekuatan pengungkit yang memperkuat semua dimensi, serta mendorong terbentuknya pilar SDM unggul yang tangguh di tengah perubahan global.
Mendorong Hilirisasi Industri Lewat Pilar SDM
Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Menteri Brian menyoroti potensi sumber daya alam strategis seperti nikel dan tembaga. Ia meyakini Indonesia bisa mendorong hilirisasi industri lewat pilar SDM unggul dan ekonomi berbasis pengetahuan. Untuk memperkuat kesiapan generasi muda, Menteri Brian juga menekankan pentingnya pendidikan yang membentuk karakter dan substansi, bukan sekadar formalitas. Ia mendorong sinergi konkret antara kampus, industri, dan pemerintah guna membentuk budaya ilmiah, literasi tinggi, dan pola pikir analitis yang kokoh sebagai landasan pilar SDM unggul.
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mendukung penuh pandangan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas pencerahan dari Menteri Brian. Ia menegaskan bahwa kampus harus memainkan peran strategis sebagai agen perubahan dalam mencetak pilar SDM unggul yang berjiwa nasionalisme tinggi.
Menindaklanjuti komitmen tersebut, Gubernur Ace juga memaparkan rencana pelaksanaan program Lemhannas Goes to Campus. Program ini menjangkau universitas di Indonesia untuk menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat pilar SDM unggul. Sebagai langkah besar yang akan menyatukan seluruh kekuatan nasional, Kemdiktisaintek akan menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Forum strategis ini mempercepat hilirisasi inovasi dan menempatkan pilar SDM unggul sebagai penggerak utama. (*)
