Bisnis  

MyPertamina Minim Sosialisasi

ilustrasi

CILACAP – Aplikasi MyPertamina ternyata minim penyebaran kabar atau sosialisasi ke masyarakat luas. Karena sampai 2023 ini, pengguna aplikasi ini masih belum sepenuhnya paham atau menggunakannya untuk membeli bahan bakar produk Pertamina.

Pertamina pada 1 Juli 2022 mulai meluncurkan aplikasi MyPertamina. Konsumen solar dan Pertalite wajib mendaftar di website.

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha menyarankan agar sosialisasi Mypertamina harus lebih masif lagi agar jangan sampai justru minim kabar.

“Saran saya, sosialisasi MyPertamina lebih gencar lagi,” katanya.

Dia lalu memberikan saran lain. Yakni perlunya payung hukum yang jelas hingga aplikasi MyPertamina bisa lebih efektif. Karena pada dasarnya, pengunaan aplikasi tersebut untuk membatasi subsidi BBM.

“Dewan Engeri Nasional sangat mendukung payung hukum MyPertamina. Ini cara efektif untuk membatasi subsidi. Juga sosialisasi aplikasi MyPertamina,” katanya.

“Perpres ini akan mengatur siapa yang berhak menerima subsidi BBM,” tegasnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menambahkan, masih terjadi persoalan teknis di lapangan. Namun Pertamina selalu berkoordinasi dengan SPBU dan pihak lain, untuk memastikan kelancaran penggunaan MyPertamina di SPBU.

“Kami selau memonitor SPBU yang belum menerapkan perangkat digitalisasi untuk mendukung aplikasi MyPertamina. Kita juga mendorong SPBU itu untuk segera memasang perangkat pendukung,” tegasnya. (*)

Exit mobile version