Pelatih PSCS Akui Persijap Lawan Berat

  • Bagikan
Pemain PSCS berebut bola dengan pemain Persijap dalam laga lanjutan Liga 2 grup C di Stadion Mahanan Solo, Senin (18/10/2021). Pelatih PSCS mengakui laga tersebut sangat berat dan berakhir 0-0. (doc)

CILACAP – Pelatih PSCS, Frans Sinatra mengakui Persijap Jepara bukanlah lawan enteng. Laskar Kalinyamat ini memaksa pertandingan berakhir dengan skor kacamata, 0-0, Senin (18/10/2021).

Tim besutan Jaya Hartono, yang pernah menukangi PSCS itu langsung menekan sejak babak pertama. Di babak ini, ada sejumlah peluang namun belum bisa merubah skor karena bola masih jauh dari sasaran.

Seperti pada akhir babak pertama. Bola tendangan pemain Persijap, Ikmal gagal memenui sasaran setelah memanfaatkan sepakan bek PSCS, Rendy Saputra yang kurang sempurna.

PSCS juga bukan tanpa peluang. Namun sampai wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada satupun gol tercipta.

Pada babak kedua, kedua tim tampil lebih agresif. Tercatat PSCS punya 2 peluang emas. Pertama datang dari Qishil yang tinggal berhadapan dengan kiper PSCS. Sayang, bola meluncur deras keluar lapangan saat Qishil mencoba melakukan gerakan menipu.

Peluang kedua lahir dari tendangan kaki kanan Beny membentur mistar gawang. Bola mantul langsung aman dalam pelukan kiper Persijap.

Sementara peluang Persijap lahir dari tendangan bebas di masa injury tim. Bola yang meluncur deras ke gawang berhasil di tepis kiper PSCS, Ali. Persijap sempat membuat gol namun dianulir wasit karena Hendri sudah dalam posisi off side.

PSCS juga gagal memberikan hasil sempurna meski Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji memberikan dukungan langsung. Dukungan serupa juga datang dari jajaran manajemen.

Pelatih PSCS Cilacap, Frans Sinatra usai pertandingan mengatakan, laga itu terasa berat meski anak asuhnya tetap bisa memetik poin.

“Kami dapat 1 poin seteleh pertandingan berat,” katanya.

Pelatih Persijap, Jaya Hartono menerima hasil kemarin meski pemainnya sudah berjuang keras. Menurutnya, sepak bola adalah sesuatu yang realitis.

“Inilah situasi permainan. Kita sudah berjuang habis-habisan tapi harus menerima hasil akhirnya,” tegasnya. (*)

  • Bagikan