CILACAP – Pemerintah Daerah Cilacap mendorong perguruan tinggi di wilayahnya mengembangkan prodi universitas berbasis potensi lokal. Tujuannya agar selaras dengan potensi dan sumber daya di daerah.
Kepala Bappeda Cilacap, Ir Sujito mengatakan, langkah ini penting sebagai bentuk kolaborasi universitas dengan pemerintah kabupaten. Selain itu juga untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sujito menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri Wisuda Sarjana di Universitas Komputama.
Ia menilai keberadaan kampus itu dapat mencetak lulusan yang mampu mengolah dan memaksimalkan potensi Cilacap. Terutama di wilayah Majenang, Cilacap Barat, dan Cilacap Barat Selatan.
“Cilacap memiliki potensi yang sangat beragam dan besar. Kami membutuhkan pemikiran para sarjana untuk mengembangkan potensi tersebut,” kata Sujito.
Ia menyoroti sejumlah produk unggulan seperti sale pisang Majenang dan kerupuk tenggiri. Sayangnya, hingga produsen memasarkannya dalam bentuk curah dan tanpa merek. Kondisi itu, justru membuat daerah lain yang menikmati nilai tambah ekonomi berkat pengemasan ulang dan branding.
“Produk ini dibeli juragan di Cirebon. Habis di sana dikemas sedikit, di branding, kemudian dijual dalam bentuk produk yang mahal,” katanya.
“Harapan kami, para lulusan bisa mengolah produk unggulan Cilacap menjadi produk siap konsumsi bernilai tinggi,” ujarnya.
Sujito mengatakan, Pemda Cilacap meminta universitas membuka prodi berbasis potensi lokal di Cilacap. Dengan demikian, potensi lokal bisa lebih tergarap maksimal berkat keberadaan sarjana yang punya bekal keilmuan yang kuat. Mereka juga bisa memaksimalkan potensi menjadi sebuah kekuatan ekonomi daerah.
“Kami mengharapkan universitas membuka prodi yang relevan, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Potensi Cilacap besar di sektor-sektor itu. Dengan begitu, lulusannya bisa langsung siap kerja,” tegasnya. (*)
