• Jum. Jun 19th, 2026

Pencarian Tunu Pratama Jaya Diperpanjang hingga 21 Juli, 3 Korban Masih Belum Teridentifikasi

Basarnas memutuskan pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya kembali dilanjutkan. Namun skala operasi berubah dari nasional menjadi kedaerahan. (doc/basarnas)

BANYUWANGI — Operasi pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya terus dilanjutkan hingga Senin, 21 Juli 2025. Hingga hari ke-13 pencarian, Senin (14/7/2025), tim SAR gabungan terus menyisir wilayah perairan Selat Bali dan pesisir Ketapang-Gilimanuk untuk menemukan korban yang hilang.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyatakan bahwa pencarian Tunu Pratama Jaya masih menjadi prioritas utama. Perpanjangan operasi SAR dengan berpangku pada kekuatan kewilayahan. Tim ini melibatkan Basarnas Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, TNI AL, Polres Banyuwangi, BMKG, tim DVI, dan unsur SAR lainnya.

“Operasi SAR akan dilanjutkan selama tujuh hari ke depan dengan kekuatan unsur kewilayahan. Koordinasi tetap berada di bawah kendali SMC,” jelas Eko.

Sementara itu, penemuan posisi bangkai kapal kian tegas dengan hasil kamera bawah laut milik Polairud Polda Jatim pada Minggu (13/7/2025) dini hari. Gambar tersebut mengonfirmasi lokasi yang sebelumnya juga terdeteksi oleh kamera bawah air TNI AL.

Namun, upaya dokumentasi lanjutan menggunakan ROV milik KNKT mengalami hambatan teknis akibat arus bawah laut yang deras. ROV mengalami blackout di kedalaman 19,2 meter.

Dia menyebutkan, jumlah personel SAR gabungan berurang dari 1.062 menjadi 582 orang sesuai kebutuhan. Namun demikian, sejumlah alutsista seperti kapal laut dan helikopter Polri tetap bersiaga untuk mendukung proses pencarian Tunu Pratama Jaya.

Penyisiran juga beranjut, baik melalui SRU laut maupun SRU darat di sekitar perairan dan pesisir Gilimanuk dan Ketapang. Seluruh personil ini akan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban KMP Tunu Pratama Jaya.

Hingga hari ke-13 operasi, petugas berhasil menemukan 48 korban. Terdiri dari 30 selamat dan 18 meninggal dunia.

“Dari 18 korban meninggal, masih ada 3 jenazah yang sedang dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” ujar Eko. (*)

By