CILACAP – Pengelola Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes , harus kreatif menggali potensi sekaligus memanfaatkannya. Tujuannya agar program BUMDes bisa memberi dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cilacap, Bintang Dwi Cahyo meminta hal ini saat bersama Komisi D melihat usaha BUMDes Sepatnunggal Kecamatan Majenang. Menurutnya, keberadaan BUMDes karena punya 2 tugas berat. Yakni peningkatan pendapatan masyarakat dan PADes.
“Pengelola BUMDes harus punya pola pikir yang jelas tentang untuk apa ada BUMDes,” katanya, Kamis (20/10/2022).
Dia mencontohkan, pengelola BUMDes Sepatnunggal yang membuka usaha berupa wisata desa. Ini karena pengelola BUMDes setempat melihat ada potensi yang bisa digarap dan mampu mendatangkan keuntungan. Atau contoh di desa lain. Ada BUMDes yang memanfaatkan lahan desa untuk areal parkir kendaraan.
“1 kendaraan (tarif parkir) Rp 1000. Kalau ada 700 kendaraan, berarti tiap hari BUMDes dapat Rp 700 ribu,” katanya.
Karenanya, BUMDes jangan terlalu berharap adanya sokongan dana dari pemerintah. Justru sebaliknya, BUMDes harus mampu melihat peluang dan kreatif. Sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat lewat pemberdayaan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Didi Yudi Cahyadi menambahkan, BUMDes harus membawa manfaat bagi masyarakat. Caranya dengan melibatkan warga agar mampu meningkatkan pendapatan.
“BUMDes itu yang jadi motor menggerakan warga untuk bisa meningkatkan pendapatan,” kata dia. (*)
