JAKARTA – Sejumlah kasus penipuan berkedok program makan siang gratis, sudah terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Jawa Timur yang membuat puluhan perusahaan katering merugi sampai ratusan juta.
Pelaku penipuan berkedok makan siang gratis ini, nampak sangat serius. Bahkan sampai membawa institusi militer di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Menanggapi hal ini, Badan Gizi Nasional atau BGN akhirnya buka suara. Mereka memastikan BGN sudah menetapkan prosedur saat akan memulai program makan siang gratis.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Kombes (Pol) Lalu Muhammad Iwan Mahardan meminta agar para korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi.
Menurutnya, program makan siang gratis ini punya tujuan mulia. Yakni memberikan akses seluas-luasnya bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Bukan untuk dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, kami menghimbau para korban untuk melaporkan ke polisi,” kata dia.
Kasus penipuan berkedok makan siang gratis, membuat program ini diterpa isu kurang sedap. Namun BGN memastikan program ini akan terus berjalan. Bahkan telah melakukan uji coba serentak di 6 provinsi pada Desember 2024. Masing-masing adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY.
Program makan siang gratis, yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, akan resmi bergulir pada Senin, 6 Januari 2025. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, program ini sedang dalam tahap persiapan akhir di berbagai daerah di Indonesia untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya.
“Dalam proses persiapan di seluruh Indonesia. Untuk yang tanggal 6 sudah siap,” ujar Dadan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, dengan harapan dapat mengurangi angka malnutrisi di seluruh wilayah Indonesia. Peluncuran perdana akan dilakukan serentak di beberapa wilayah yang telah memenuhi kriteria kesiapan. (*)
