JAKARTA – Perbandingan jam sekolah antara sekolah swasta dan negeri menunjukkan perbedaan yang jelas. Sekolah swasta membuat jadwal belajar lebih padat daripada sekolah negeri. Sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum internasional atau nasional-plus memperpanjang waktu belajar hingga sore dan bahkan menerapkan sistem full day school.
Guru dan pengelola sekolah swasta menetapkan jadwal belajar yang lebih padat dibandingkan sekolah negeri. Sekolah negeri mengikuti standar jam pelajaran yang Dinas Pendidikan tetapkan. Namun, beberapa sekolah negeri mulai menerapkan sistem full day school untuk kelompok siswa tertentu. Di luar kota besar, sekolah negeri menyesuaikan jam belajar sesuai kebijakan dari pemerintah daerah.
Jika kita menelusuri perbandingan jam sekolah dari waktu ke waktu, sekolah di Indonesia ternyata belum banyak mengubah durasi belajar. Saat ini, sekolah menuntut siswa menghadapi tekanan akademik yang lebih berat. Sekolah memberikan banyak tugas, menentukan target capaian tinggi, dan mendorong siswa bersaing untuk masuk sekolah unggulan. Kondisi ini membuat siswa merasa jam sekolah yang ada belum mencukupi.
Letak geografis memengaruhi perbandingan jam sekolah. Sekolah di kota besar menambah beban belajar dengan mewajibkan siswa mengikuti les privat dan kursus tambahan. Sebaliknya, sekolah di pedesaan menyesuaikan jam belajar dengan kebutuhan dan kondisi lokal secara lebih fleksibel.
Perbandingan jam sekolah di Indonesia menunjukkan bahwa pelaksana pendidikan masih menerapkan durasi belajar yang tidak seragam. Para pemerhati pendidikan terus mendiskusikan jam belajar ideal untuk menghadapi tantangan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Daripada menambah jam belajar tanpa arah, sekolah sebaiknya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberi siswa waktu istirahat yang cukup. Kita bisa membandingkan jam sekolah di negara seperti Jepang dan Finlandia, tetapi pendidik tetap perlu menyesuaikannya dengan kondisi pendidikan di Indonesia. (*)
