Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Cilacap adalah Hoaks

ilustrasi

Cilacap – Polisi menegaskan, isu penculikan anak di Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, merupakan hoaks. Petugas memastikan kalau kejadian itu memang tidak terjadi sama sekali. Ini mereka sampaikan setelah melakukan penelusuran dan klarifikasi ke berbagai pihak.

Isu ini beredar luas melalui pesan di aplikasi WhatsAPP. Kabar yang tersiar, ada cucu dari seorang warga bernama Saniyem menjadi korban penculikan. Pelaku menggunakan mobil berwarna kuning dan korbannya adalah seorang anak yang baru kelas 5 SD.

Pesan ini bahkan mengklaim bahwa sang nenek sempat menyaksikan kejadian tersebut dan meminta pertolongan warga.

Mendapati kabar penculikan anak ini, petugas Polresta Cilacap bersama Polsek Gandrunmangu, langsung bergerak. Pengecekan oleh petugas mendapati, tidak adanya kejadian penculikan di Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. Pihak kepolisian lalu memastikan kabar ini hanya menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Iya betul, kami menerima informasi tersebut tidak ada penculikan anak Cilacap. Petugas sudah klarifikasi ke Kepala Desa Karanggintung dan Kepala Dusun Sindangraja,” ujar Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo SH.

Galih mengatakan, di Desa Karanggitung memang ada warga bernama Ibu Saniyem dan yang memiliki cucu yang masih duduk di kelas 2 SD. Namun cucu tersebut dalam keadaan sehat, dan bukan kelas 5 seperti yang tersebar melalui WhatsApp.

“Informasi yang beredar itu tidak sesuai fakta. Sudah kita cek langsung dan tidak ada penculikan. Ini murni hoaks,” tegas Ipda Galih.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti penculikan anak cilacap.

”sebaiknya warga memastikan menerima kabar terkait penculikan anak Cilacap ituh hoax. Jika ragu, konfirmasi terlebih dahulu ke pihak berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan,” tutupnya. (*)

Exit mobile version