• Jum. Jun 19th, 2026

Potensi Cuaca Ekstrem di Jateng dan Jatim, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

BMKG memperingatkan Potensi Cuaca Ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.(doc)

JAKARTA – BMKG memperingatkan Potensi Cuaca Ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menegaskan fenomena yang sebelumnya memicu banjir di Bali kini bergeser ke barat. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, menyebut Jawa menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar. Ia menambahkan, Potensi Cuaca Ekstrem dapat memengaruhi Banten, Jakarta, Jawa Barat, DIY, dan Jawa Tengah.

BMKG memprediksi Cuaca Ekstrem akan meluas hingga 14 September 2025 ke luar Jawa. Daerah yang masuk prediksi meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Maluku, hingga Papua. Untuk mengantisipasi Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 10 September. Namun, lembaga itu hanya melaksanakan operasi di daerah berstatus siaga darurat.

Dwikorita menegaskan Jawa Timur dan Jawa Tengah telah menetapkan siaga darurat akibat Cuaca Ekstrem. Ia memastikan OMC berjalan di dua wilayah tersebut sebagai tindak lanjut dari peringatan dini tiga hari sebelumnya. Ia juga menekankan BMKG tidak menggelar OMC di Bali karena fenomena bergeser ke barat.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca, Budi Harsoyo, memastikan tim mulai melaksanakan OMC di Jawa Tengah dan Jawa Timur hari ini. Ia menegaskan operasi ini merespons rekomendasi BMKG dan keputusan pemerintah daerah menetapkan siaga darurat. Dengan langkah itu, BMKG berupaya menekan dampak Potensi Cuaca Ekstrem di dua provinsi utama. (*)

By