Program Madrasah Layak Belajar 2025: Harapan Baru untuk Meningkatkan Gaji Guru Madrasah

memperjuangkan peningkatan gaji guru madrasah, yang selama ini masih jauh dari kata layak.(doc/instagram)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Program Madrasah Layak Belajar 2025 di Jakarta. Menag Nasaruddin Umar berharap program ini dapat mengatasi ketimpangan pendidikan sekaligus meningkatkan gaji guru madrasah yang masih rendah di berbagai daerah.

Menag Nasaruddin secara langsung menyampaikan keprihatinannya karena banyak gaji guru madrasah masih hanya sebesar Rp 100 ribu per bulan. Ia menegaskan bahwa murid madrasah berhak mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang setara dengan siswa di sekolah negeri.

Nasaruddin juga membandingkan fasilitas antara madrasah dan sekolah negeri.Ia membandingkan sekolah negeri yang sudah memiliki fasilitas lengkap dengan madrasah. Di sekolah negeri, para guru menerima gaji guru yang jauh lebih tinggi, minimal Rp 4,5 juta per bulan.

Nasaruddin memaparkan bahwa banyak madrasah masih menghadapi kondisi fisik yang memprihatinkan, seperti atap bocor, perpustakaan seadanya, dan laboratorium yang tidak memadai. Selain itu, ia menekankan bahwa sebagian besar gaji guru di madrasah swasta masih sangat rendah, berkisar Rp 100 ribu per bulan.

Melalui Program Madrasah Layak Belajar, Nasaruddin ingin mendorong perbaikan kualitas madrasah, terutama madrasah swasta, serta memastikan peningkatan gaji guru. Ia mengingatkan bahwa mayoritas madrasah di Indonesia dikelola oleh swasta dan membutuhkan dukungan tambahan.

Nasaruddin juga menggarisbawahi bahwa sebagian besar siswa madrasah berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menyatakan bahwa menyalurkan dana zakat kepada madrasah sangat penting untuk membantu peningkatan fasilitas dan gaji guru madrasah.

Ketua Baznas Noor Achmad menegaskan bahwa pihaknya menargetkan 1.000 madrasah sebagai penerima manfaat Program Madrasah Layak Belajar tahun ini. Ia menjelaskan bahwa setiap madrasah akan menerima dana Rp 25 juta untuk membantu memperbaiki fasilitas belajar serta mendorong peningkatan gaji guru madrasah. (*)

Exit mobile version