CILACAP – Wisuda menjadi impian semua mahasiswa perguruan tinggi karena menjadi jenjang menuju dunia kerja atau usaha. Terlebih lagi, wisuda berkat mengkreasi alat penyemprot hama otomatis bagi mahasiswa jurusan Teknologi Informatika.
Seperti yang dirasakan Siti Janatul Ma’wah. Mahasiswa Universita Komputama (Unikma) Majenang ini mengaku sangat bahagia usai prosesi wisuda, Rabu (10/11/2025). Dia lulus tepat waktu, atau menyelesaikan studi selama empat tahun.
Anak petani ini mengaku gelar sarjana tersebut semakin bermakna karena inovasi teknologi pertanian yang ia kembangkan dan menjadi tugas akhir. Dia mengkreasikan alat penyemprot hama otomatis dan berhasil memukau dosen pembimbing.
“Senang, bahagia, pencapaiannya bisa tepat waktu lulusnya 4 tahun,” kata dia.
Siti menjelaskan alat tersebut bekerja dengan sensor yang mendeteksi pergerakan hama pada daun atau batang tanaman. Sensor ini lalu akan memerintahkan agar ada mekanisme penyemprot hama otomatis bekerja.
“Ketika ada benda bergerak di daun atau batang, alatnya akan langsung menyemprot. Airnya keluar otomatis karena ada sensor khusus,” jelasnya.
Alat ini, tidak hanya mengandalkan sensor agar penyemprot hama bekerja otomatis. Dia bisa mengendalikan secara jarak jauh melalui aplikasi tertentu. Dan ini bisa dia kendalikan melalui smartphone miliknya.
“Kalau sensornya tidak aktif, kami bisa pakai HP lewat aplikasi Blink. Tinggal pencet tombol on dan off, penyemprotan langsung keluar,” katanya.
Siti mengaku memperoleh inspirasi ketika melihat banyak pohon durian di kebun pesantren tempat ia menerima beasiswa pertanian. Ia melihat aktivitas penyemprotan hama sering terkendala tenaga yang kurang sehingga ia berinisiatif mencari solusi otomatis.
“Saya dapat ide karena melihat banyak durian di kebun, tapi yang nyemprot kurang. Jadi saya kepikiran membuat alat yang bisa menyemprot sendiri,” tuturnya.
Beasiswa Kuliah Tani Pondok
Setelah menyelesaikan studi, Siti merencanakan untuk membangun usaha di bidang pertanian modern. Ia ingin mengembangkan sistem farming seperti greenhouse yang memanfaatkan teknologi otomatisasi.
“Saya ingin membangun bisnis pertanian lagi, tapi yang modern-modern,” ujarnya.
Siti bisa kuliah di Universitas Komputama melalui program bea siswa Kuliah Tani Pondok (KTP). Perguruan tinggi tersebut memang memilik sejumlah jalur kuliah berbasis bea siswa.
“Kami memberikan yang namanya beasiswa kuliah Tani Pondok untuk bagaimana memberi ruang kepada para petani, anak-anak petani, anak-anak para kebun untuk dapat mengakses di perkebunan tinggi dengan gratis. Tanpa biaya. Baik SPP ataupun tempat tinggal. Bahkan mereka kita suplai dalam hal makan,” kata Rektor Unikma, Dr. Fikria Najitama, MHI. (*)
