Sport  

Suporter PSCS Dilarang ke Yogya

Suporter PSCS dalam sebuah laga. Melawat ke kandang PSIM, suporter PSCS dilarang menonton langsung. (doc/grup fb Laskar Nusakambangan)

CILACAP – Suporter PSCS harus lebih bersabar karena mereka dilarang keras untuk menonton pertandingan Liga 2 di Yogyakarta saat laga melawan PSIM. Mereka tidak mendapatkan jatah tiket dari panitia pelaksana.

Agenda melawan ke PSIM sekaligus menjadi laga away perdana PSCS setelah sebelumnya. 2 laga sebelumnya PSCS bermain di kandang dengan dukungan penuh dari suporter.

Dasar larangan ini adalah Surat Kapolda DI Yogyakarta nomor: B/2793/VIII/PAM.3.3/2022/ROOPS. Isinya terkait Pertimbangan Pemberian Kuota untuk Suporter PERSIS Solo dan Suporter PSCS tertanggal 31 Agustus 2022.

Sesuai dengan jadwal PT LIB, PSCS bertandang ke PSIM Yogyakarta, Minggu (11/9/2022). Venue pertandingan tersebut di Stadion Mandala Krida.

CEO PSCS Cilacap, Fanny Irawatie mengatakan, operator liga telah memutuskan untuk tidak memberikan kuota tiket kepada pendukung PSCS Cilacap. Ini berarti suporter tidak bisa masuk ke dalam stadion untuk melihat pertandingan tersebut.

“Sudah ada rekomendasi dari Polda DIY dan menjadi keputusan PT LIB. Ini antisipasi kamtibmas,” katanya, Rabu (7/9/2022).

Suporter PSCS tetap bisa melihat pertandingan secara daring dari rumah masing-masing. Situs video.com rencananya akan menyiarkan laga PSIM melawan PSCS secara langsung.

Nord Hell, salah satu kelompok suporter PSCS Cilacap mengambil langkah tegas. Kelompok ini tidak akan memaksakan diri dengan nekat berangkat ke Yogyakarta.

Ketua Nord Hell, Kiki Laksana mengatakan, pihaknya menghormati keputusan operator liga, panitia pelaksana dan kubu lawan. Hingga tidak akan ada touring suporter ke Kota Gudeg tersebut.

“Kita menghormati keputusan ini,” katanya.

Dia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan suporter PSIM, yakni Brajamusti. Tujuannya sama yakni mencegah berbagai hal yang tidak mereka inginkan.

“Komunikasi dengan Brajamusti guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (*)