CILACAP – Kejadian tanah bergerak di Kabupaten Cilacap, mampu hancurkan 2 desa. Kerusakan terjadi pada rumah dan fasilitas umum seperti jalan dan lainnya. Wilayah terdampak tanah bergerak ini adalah Dusun Citepus dan Karangjati di Desa Citepus Kecamatan.
Tanah bergerak terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Cilacap pada Jumat (7/10/2022) hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari. Hujan ini mengakibatkan banjir di 15 kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Minggu (9/10/10) hari mencatat, ada 3.874 KK dan 15.496 jiwa di 15 kecamatan terdampak bencana. Sementara pengungsi mencapai 72 KK atau 2860 jiwa.
Selain itu, hujan deras mengakibatkan tanah bergerak di Desa Citepus dan Karangkemiri Kecamatan Jeruklegi. Akibatnya, sejumlah rumah warga setempat rusak. 1 rumah bahkan dipastikan rusak berat, yakni milik keluarga Lisus. Keluarga ini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Berdasarkan laporan Pusdatin MDMC Cilacap menyebutkan, ada 4 keluarga terdampak bencana alam tersebut. Sementara jumlah pengungsi ada 1 keluarga.
Pusdatin juga melaporkan, kondisi tanah di 2 dusun tersebut tergolong lapuk. Hingga saat hujan deras turun selama 2 hari berturut-turut, membuat tanah di sana bergerak liar. Akibatnya ada jalan yang patah atau turun, dinding retak-retak dan lainnya.
Selain Desa Citepus, Desa Karangkemiri juga terkena bencana serupa dengan tingkat kerusakan lebih parah. Tercatat ada 3 rumah rusak dan 13 lainnya rusak sedang. 3 keluarga juga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pasca kejadian, BPBD Cilacap sudah mendirikan tenda untuk menampung para pengungsi. Titik tenda ini berjarak 100 meter dari tempat bencana alam yang terjadi di 2 desa itu. Selain itu warga bersama aparat terkait juga segera memperbaiki kerusakan yang terjadi di fasilitas umum. (*)
