Bisnis  

Tepat. Penggunaan QR Code untuk BBM Subsidi

Ketua YLKI, Tulus Abadi bersama sejumlah narasumber dalam diskusi Bijak Gunakan BBM Subsidi. YLKI menilai penggunaan QR Code untuk pembelian BBM Subsidi sudah tepat. (doc)

CILACAP – Penggunaan QR Code untuk pembelian BBM subsidi, sudah sangat tepat. Karena BBM jennis ini hanya akan dibeli oleh pemilik kendaraan berhak. Langkah ini juga untuk menghindarkan warga mampu untuk membeli BBM non subsidi.

Untuk mendapatkan QR Code, masyarakat harus mendaftarkan kendaraan mereka melalui laman mypertamina.id. Setelah itu, pemerintah akan memeriksa dan mencocokan data serta uji coba full cycle subsidi tepat.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai, penggunaan QR Code untuk pembelian BBM subsidi sudah tepat.

“Penggunaan QR Code untuk mengontrol pemakaian dan pengendalian BBM subsidi, sudah sangat tepat. Mengingat lebih dari 75 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki smartphone,” katanya dalam sebuah diskusi bertajuk Bijak Gunakan BBM Subsidi.

Menurutnya, masyarakat Indonesia masih sensitif terhadap harga. Karena itu mereka akan memilih BBM yang lebih murah. Meski sebenarnya tidak cocok dengan spesifikasi mesin kendaraan masing-masing.

“Fenomena ini masih kuat. Dipicu adanya jenis BBM subsidi yang lebih murah di pasar,” kata Tulus.

Tulus mengungkapkan, subsidi BBM sering tidak tepat sasaran adalah karena subsidinya masih melekat pada barang atau produk. Semestinya subsidi ini melekat pada penerima berdasarkan menurut nama dan alamat.

“Potensi salah sasaran menjadi lebih besar,” katanya.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menambahkan, subsidi untuk BBM harus ada kontrol kuat.

“BBM Subsidi perlu kendali karena jumlahnya terbatas. Konsumennya jelas. Apabila terjadi penyimpangan akan ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (*)

Exit mobile version