JAKARTA – Usai video viral berisi pengakuan anak SD di Pulau Nias, memaksa staf di Sekretariat Kabinet untuk turun langsung. Tim ini berangkat dari Jakarta pada 18 Januari 2025 dan langsung melakukan pemetaan masalah.
Sebuah video menjadi viral berisi curhatan anak SD di Pulau Nias. Siswa tersebut berasal dari SDN Nomor 078481 Uluna’ai Hiligo’o, Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo. Akun instagram @ceritamedancom memposting video ini.
Salah satu anak SD di Nias itu menceritakan, hari-hari mereka belajar tanpa ada guru sama sekali. Kedatangan guru, sangat jarang terjadi. Pernah bahkan sampai berbulan-bulan, tidak ada satupun guru yang datang untuk memberikan pelajaran.
“Kalau ada guru, datang guru kan, dipukul lonceng. Padahal saya nga dikasih pelajaran, cuma pukul lonceng lalu pergi,” kata salah satu siswa di video tersebut.
Usai viral, tim dari Sekretariat Kabinet mencoba melihat langsung kondisi SD tersebut. Dan perjalanan tim, terekam dan muncul di video pendek di akun instagram @sekretariat.kabinet.
SD ini berada di Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo Kecamatan Idanogawo, Nias. Yang jadi masalah, akses dari pusat desa ke SD ini mencapai 8,5 km dan harus melalui 13 sungai dan anak sungai.
“Kondisi jalan dari desa induk menuju SD, berupa jalan setapak bebatuan,” tulis akun di dalam narasi video itu.
Di akhir video ada narasi yang menyebutkan solusi untuk mengatasi seluruh masalah tersebut. Pertama adalah pembuatan mess atau rumah bagi guru di komplek SD tersebut. Kedua, dukungan tunjangan dana terpencil bagi pengajar. Dan terakhir adalah membangun akses jembatan dan jaringan listrik.
“Bagi adik-adik, para guru, orang tua, dan warga di sekitar Dusun III, untuk usulan jalan keluar akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait,” tulis admin di capiton video. (*)
