• Jum. Jun 19th, 2026
ilustrasi

CILACAP – SD Negeri kini jarang yang menjadi unggulan akibat kalah bersaing dengan swasta. Orang tua kini cenderung memilih sekolah yang lebih mengutamakan pendidikan agama. Di sisi lain, hampir tiap tahun ajaran baru selalu ada sekolah negeri yang minim murid baru.

Seperti Seperti keberadaan siswa baru di SD 03 Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap. Sampai dengan Senin (10/7/2023), panitia PPDB baru menerima 2 berkas dari 2 calon siswa baru. SD Negeri ini kalah bersaing dengan adanya sekolah swasta yang berbasis agama.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Sufyan Tsauri, Dr H Masngudi SS MEI menilai semua ini berawal dari meningkatnya kesadaran religi masyarakat. Hingga mereka cenderung memilih sekolah berbasis agama untuk anak-anak mereka. Salah satu pilihan tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang setara dengan SD.

“Fenomena ini terjadi di banyak tempat. Tidak hanya di Cilacap saja,” katanya, Rabu (12/7/2023).

Dia menambahkan, swasta justru yang bisa menangkap fenomena tersebut. MI atau SD berbasis religi ini berbenah diri di banyak sisi. Seperti memperbaiki fasilitas, seragam hingga adanya kendaraan antar jemput yang lebih memudahkan orang tua. Pada akhirnya, perbaikan ini membuat mereka menaikan daya tarik hingga SD Negeri kalah bersaing.

Dia mencontohkan, saat SD atau MI memiliki kendaraan antar jemput, SD negeri tidak mungkin memiliki program tersebut. Ini yang pada akhirnya SD Negeri kembali kalah bersaing untuk mendapatkan murid baru.

Contoh lain adalah SD swasta yang membranding sebagai sekolah berbasis religi. Hingga banyak bermunculan SD Islam Terpadu yang tersebar di banyak tempat.

“Yang bisa menangkap fenomena ini justru sekolah swasta. Mereka lebih fleksibel untuk menyesuaikan diri karena swasta. Beda dengan SD Negeri yang harus patuh dengan kebijakan dinas,” terangnya.

Penambahan jumlah siswa di SD berbasis religi dan juga MI ini, membuat pengelola harus memperbanyak kelas. Sebaliknya, SD Negeri tidak bisa menambah kelas baru.

“Memang ada aturan SD Negeri menambah kelas,” tegasnya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *