• Jum. Jun 19th, 2026

SD 03 Sadahayu, SD Mini yang Tidak Akan Digabung

SD 03 Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap tidak akan digabung meski jumlah siswa sangat minim. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – SD 03 Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap kondisinya memprihatinkan namun tidak akan digabung. Jumlah siswa di sekolah ini sangat minim. Banyak yang percaya kalau SD 03 Sadahayu merupakan SD ter mini di Cilacap.

Bagaimana tidak? Jumlah siswa sangat jauh dari jumlah minimal. Tahun ajaran 2022-2023, hanya ada ada 26 anak. Mereka terdiri dari 4 anak di kelas 2, 11 anak di kelas 4 dan 6. Sementara kelas 1, 3 dan 5 tidak ada siswa sama sekali.

Beruntung, tahun ajaran 2023-2024 ada tambahan 11 siswa baru. Hingga komposisinya adalah 11 siswa kelas 1, 4 siswa di kelas 3 dan 11 anak di kelas 5. Jika melihat regulasi, maka SD mini ini bisa digabung atau re-gruop. Karena minimal sebuah SD harus ada 50 siswa.

Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap “selalu gagal” tiap kali membuat rencana untuk menggabungkan siswa SD 03 dengan SD 01 Sadahayu. Penyebabnya karena kondisi geografis yang sangat sulit. SD 03 berada di perbatasan Cilacap dengan Kuninangan dan berada di Dusun Tembong.

Sementara penghubung Dusun Tembong ke SD 01 Sadahayu, harus melalui jalan terjal dan sebagian belum beraspal. Jalan penuh dengan tanjakan terjal dan tikungan tajam. Saat hujan, jalan menjadi sangat licin.

Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Majenang, Amir mengakui SD mini ini sulit untuk digabung. Faktornya karena lokasi SD 03 Sadahayu berada di daerah 3T.

“Ini pengecualian karena SD 03 Sadahayu berada di daerah terpencil. Jauh dari pusat pemerintah desa. Akses juga sulit,” katanya.

Dia memaklumi kalau ada penolakan dari warga tiap kali dinas menggagas untuk menggabung SD 03 dengan SD 01 Sadahayu.

“Warga selalu menolak,” katanya.

Ketua Komite SD 03 Sadahayu, Rusdi mengatakan, sejak dulu warga selalu menolak jika SD mini tersebut digabung dengan SD 01 Sadahayu. Jika dipaksakan, akan banyak anak usia SD tidak bisa sekolah.

“Pasti anak-anak kami tidak bisa sekolah,” katanya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *