JAKARTA – Awal puasa ramadan tahun ini, bertepatan dengan puncak musim penghujan dan sering terjadi cuaca ekstrem. Cuaca seperti ini sudah menimbulkan bencana di beberapa daerah.
BMKG mencatat pada periode 1 hingga 3 Maret 2025, telah terjadi banjir dan tanah longsor di 7 povinsi. Masing-masing Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Kalimantan Selatan.
Bencana banjir di Bogor, Bekasi dan Karawang juga akibat cuaca ekstrem pada awal ramadan ini. Bahkan, banjir sampai melumpuhkan Kota Bekasi pada Rabu (5/3/2025).
Selain itu, BMKG memprediksi masih ada ancaman cuaca ekstrem di awal puasa ramadan. Terutama bagi warga di Jawa Tengah karena ada potensi hujan sangat deras pada periode 7 hingga 10 Maret 2025. Ancama serupa juga bisa terjadi di Sumatera Selatan.
Badan ini memantau gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin akan terus aktif dalam sepekan kedepan. Juga dengan adanya siklonik di Perairan Barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Bengkulu, dan Pesisir Papua Selatan. Demikian juga dengan labilitas lokal yang kuat, dapat mendukung terjadinya pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
“Hal ini mengakibatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi secara merata di sejumlah daerah,” tulis BMKG di situs bmkg.go.id.
Pada 10 hari pertama Maret, BMKG memprediksi beberapa daerah akan mengalami curah hujan tinggi sampai sangat tinggi. Yakni hujan deras dengan intensitas di atas 150 mm per hari.
Wilayah ini meliputi sebagian kecil Aceh dan Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, sebagian kecil Banten dan sebagian Jawa Barat. Sebagian daerah di Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian NTB, sebagian NTT juga berpotensi hujan dengan intensitas sangat tinggi.
Demikian juga sebagian daerah di Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian kecil Maluku, dan sebagian Papua. (*)
