CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, menyiapkan anggaran senilai Rp11 miliar untuk penanganan bencana. Termasuk saat memasuki puncak musim penghujan, saat kerap terjadi hujan ekstrem.
Selama Maret 2025, bencana alam terus menerjang wilayah di Cilacap. Mulai dari tanah longsor, banjir hingga tanggul jebol.
Terbaru, ada tanah longsor di Kecamatan Dayeuhluhur dan banjir di Kecamatan Majenang dan Cipari. Seluruh kejadian tersebut, telah menjadi perhatian serius Pemkab Cilacap.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengatakan, pemerintah selalu siap menghadapi ancaman bertepatan dengan puncak musim penghujan.
Dari sisi personil, dia memastikan BPBD Cilacap komitmen menerapkan pola siaga 24/7.
“Artinya siaga 24 jam penuh selama 7 hari. Warga bisa lapor kalau ada kejadian bencana dan BPBD komitmen untuk itu,” kata dia, usai Tarawih dan Silaturahim di Desa Ujungbarang Kecamatan Majenang, Minggu (16/3/2025) malam.
Dia mengatakan, Pemkab Cilacap juga sudah siapkan anggaran bencana senilai Rp11 miliar. Dana ini bisa dicairkan setiap saat, terutama ketika ada kejadian bencana.
“Juga ada Dana Tak Terduga untuk bencana. DTT ini sebanyak Rp11 milyar,” katanya.
“Syukur kalau tidak sampai terjadi atau ada bencana. Dan kalaupun ada, secara mata anggaran bencana sudah kita siapkan,” kata Bupati Cilacap.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga tengah mendorong kegiatan dari pemerintah pusat untuk dilakukan di Cilacap. Terutama dalam hal mengatasi dan mengantisipasi bencana banjir yang selalu terjadi tiap musim hujan.
“Kita dorong pusat melalui 2 BBWS Citanduy di barat dan Serayu Opak di timur untuk melakukan normalisasi atau perbaikan tanggul, yang ini sering jadi penyebab banjir,” katanya.
Wilayah rawan bencana tanah longsor, paling banyak berada di sisi barat Cilacap. Ini karena kondisi geogorafis yang didominasi pegunungan dan perbukitan. Juga dengan banyaknya rumah yang berada di daerah tebing rawan longsor. Atau membangun rumah dengan meratakan tebing terlebih dahulu. Sementara banjir, tersebar di mayoritas wilayah karena Cilacap banyak dilalui sungai besar dan bermuara ke Samudera Hindia. (*)
