BANYUWANGI – Sebanyak 18 orang korban hilang KMP Tunu Pratama Jaya masih dalam pencarian memasuki hari ke-11, Sabtu (12/7/2025). Tim SAR gabungan terus melanjutkan upaya evakuasi, dengan fokus pencarian ke perairan selatan Selat Bali. Di wilayah ini, petugas beberapa kali menemukan sebagian besar jenazah korban sebelumnya hilang dari KMP Tunu Pratama Jaya.
Hari ini merupakan hari pertama dari tiga hari perpanjangan kedua operasi SAR. Tim dari Satuan Pencarian dan Pertolongan (SRU) laut melakukan penyisiran permukaan laut ke arah selatan, sementara SRU darat menyisir wilayah pesisir dari Pelabuhan Ketapang hingga Pantai Muncar.
“SRU darat yang di bawah koordinasi Kapolresta dan Dandim Banyuwangi menyisir sepanjang garis pantai selatan. SRU laut juga bergerak aktif ke wilayah perairan tempat kemungkinan korban hilang berada,” ujar Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, di Banyuwangi.
Eko menyampaikan bahwa total armada (alut) dari Basarnas sebanyak 11 unit. Juga ada tambahan 30 alut SAR dari potensi SAR lain seperti TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Seluruhnya melibatkan 548 personel gabungan yang terus bekerja di lapangan.
“Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara maksimal dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban,” tegasnya.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan 30 orang. Sementara 17 korban lainnya dalam keadaan meninggal dunia. Dua di antaranya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Sisanya, sebanyak 18 korban hilang KMP Tunu Pratama Jaya masih dalam pencarian.
Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7/2025) di perairan Selat Bali. Kapal tersebut membawa 53 penumpang, 12 anak buah kapal (ABK), dan 22 unit kendaraan. Proses pencarian masih terus berlanjut dengan harapan petugas mampu menemukan seluruh korban. (*)
