SEKUPANG -Penyakit Demam Berdarah Dengue menyerang warga Batam, terutama di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Dokter merawat beberapa warga yang positif kasus DBD di rumah sakit. Warga khawatir karena musim penghujan meningkatkan risiko penyebaran kasus DBD.
Di RW 19, dokter memastikan seorang warga positif kasus DBD. Warga itu menjalani perawatan tiga hari di rumah sakit. “Kami khawatir ini bisa menyebar ke warga lain. Semoga pemerintah segera bertindak,” ujar Marni, warga Marina, Kamis (21/8).
Lurah Tanjung Riau, Syamsuddin, menyatakan beberapa warga terkena kasus DBD. Ia meminta Dinas Kesehatan Batam melakukan fogging dan memberikan penyuluhan. “Kami akan menggerakkan goro di tiap lingkungan untuk membersihkan lingkungan,” ujar Syamsuddin.
Dinkes Batam mencatat 414 kasus dari Januari hingga 31 Juli 2025. Jumlah ini turun dari 871 kasus sepanjang 2024. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengingatkan warga agar tetap waspada.
“Angka kasus turun, tetapi risiko penularan tetap tinggi. Tren kasus DBD biasanya naik saat curah hujan meningkat,” jelas Didi.
Hingga akhir Juli 2025, dua warga meninggal akibat DBD, lebih rendah dibanding 14 kematian pada 2024. Keberhasilan ini muncul karena masyarakat cepat memeriksakan diri dan petugas cepat menanggapi kasus.
Meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan 3M Plus
dr. Didi menambahkan, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak cepat di genangan air bersih. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang wadah air, serta memakai larvasida dan lotion anti-nyamuk untuk mencegah kasus DBD.
“Warga juga harus membersihkan talang air, selokan, dan tempat yang menjadi sarang nyamuk. Pakailah pakaian lengan panjang dan pasang kasa nyamuk di rumah,” imbuhnya.
Warga Marina menuntut pemerintah menindaklanjuti laporan ini dengan cepat. Mereka menginginkan penyuluhan, pengawasan rutin, dan fogging agar kasus DBD tidak terus muncul. “Kami butuh tindakan cepat, bukan hanya setelah ada korban,” kata Arman, warga lainnya.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat mengenali gejala kasus DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, atau bintik merah di kulit. “Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mari jaga lingkungan dan tetap waspada agar terhindar dari DBD,” pungkas dr. Didi. (*)
