SUMUT – BNPB melaporkan banjir bandang dan longsor di tiga provinsi menewaskan 174 orang hingga Jumat (28/11/2025) sore. Dalam laporan ini, data korban serta jumlah Pengungsi Banjir menjadi titik perhatian karena terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BNPB Suharyanto menyebut Sumut mencatat korban tewas terbanyak dengan total 116 orang, sedangkan tim masih mencari 42 warga yang belum terlacak. Kondisi ini menambah beban penanganan keseluruhan Pengungsi di wilayah tersebut.
Di Aceh, BNPB mencatat 25 warga meninggal dan 25 orang hilang akibat banjir serta longsor. Pemerintah pusat terus mengawasi perkembangan di lokasi terdampak karena Pengungsi Banjir masih bertahan di titik-titik penampungan.
Sementara di Sumbar, jumlah korban meninggal mencapai 23 orang dan 12 warga belum ditemukan. Pemerintah daerah memperkuat distribusi bantuan untuk para Pengungsi yang tersebar di berbagai titik.
BNPB juga melaporkan jumlah Pengungsi Banjir di Sumatera Utara mencapai lebih dari 3.800 kepala keluarga (KK). Pengungsian tersebar di Tapanuli Utara 600 KK, Tapanuli Tengah 1.100 KK, Tapanuli Selatan 250 KK, Kota Sibolga 200 KK, Humbang Hasudutan 150 KK, dan Mandailing Natal 1.500 KK.
Pada data lanjutan BNPB, korban meninggal di wilayah tersebut mencapai 35 orang dan 25 lainnya dinyatakan hilang. Mayoritas korban berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah yang juga memiliki jumlah Pengungsi Banjir cukup tinggi.
Pendataan masih berlangsung di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara dengan total Pengungsi Banjir mencapai 4.846 KK. Proses verifikasi terus berjalan untuk memastikan kebutuhan masing-masing lokasi pengungsian.
Di Sumbar, BNPB mencatat 23 korban tewas dan 12 warga hilang, sementara Pengungsi Banjir mencapai 3.900 KK. Para pengungsi tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
BNPB memastikan pemantauan dan evakuasi para Pengungsi Banjir terus berlanjut. Tim gabungan juga mempercepat proses pencarian korban serta penanganan seluruh warga terdampak. (*)
