• Jum. Jun 19th, 2026

Keluarga Cari Kepastian 5 Korban Laka Bus di Posko RSUP Kariadi Semarang

Keluarga korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendatangi posko yang Polda Jawa Tengah buka di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Senin (22/12/2025). (doc)

SEMARANG – Keluarga korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendatangi posko yang Polda Jawa Tengah buka di RSUP Dr Kariadi, Kota Semarang, Senin (22/12/2025). Tangis keluarga pecah saat mereka mengetahui anggota keluarganya masuk dalam daftar korban kecelakaan tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan Polda Jateng membuka tiga posko layanan di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan. Polda menyediakan posko antemortem, posmortem, dan posko informasi keluarga korban untuk mendukung proses identifikasi.

Sekitar pukul 10.00 WIB, satu keluarga korban datang ke posko untuk mencari informasi. Dua perempuan dan satu laki-laki menemui petugas rumah sakit guna memastikan kondisi anggota keluarganya.

Keluarga korban mengaku berangkat dari Boyolali setelah menerima kabar kecelakaan. Mereka menyebut ada 5 korban laka bus dari satu keluarga yang berada di dalam bus PO Cahaya Trans.

“Lima orang keluarga kami naik bus itu,” ujar salah satu anggota keluarga kepada petugas.

Tiga Orang Meninggal, Dua Masih Diidentifikasi

Ia kemudian menunjukkan foto kelima kerabatnya yang menjadi korban, terdiri dari ibu, kakak laki-laki, paman, dan dua kerabat lainnya. Saat petugas menyampaikan informasi awal, suasana haru langsung menyelimuti posko.

“Ini lima-limanya tidak ada semua?” ucapnya sambil menangis.

Petugas menjelaskan tiga orang dari 5 korban laka bus tersebut meninggal dunia. Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani proses identifikasi. Mendengar penjelasan tersebut, anggota keluarga tampak histeris dan terus menangis.

Petugas kemudian meminta keluarga menyerahkan kartu keluarga serta menjelaskan ciri-ciri fisik korban untuk mempercepat proses identifikasi. Setelah itu, keluarga korban menuju posko posmortem untuk melihat jenazah di ruang forensik.

Salah satu anggota keluarga perempuan tampak tak kuasa menahan tangis. Sementara itu, anggota keluarga laki-laki berusaha menenangkan sambil terus mendampingi.

Sebelumnya, kecelakaan bus PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang. Bus tersebut mengangkut 34 orang. Sebanyak 16 penumpang meninggal dunia, sedangkan 18 penumpang lainnya selamat.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Tim Basarnas Kota Semarang langsung terlibat dalam proses evakuasi korban.

“Kecelakaan melibatkan bus PO Cahaya Trans dari Jakarta, Jatiasih, tujuan Yogyakarta dengan nomor polisi B 7201 IV,” kata Budiono.

Ia menjelaskan bus melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3 Exit Tol Krapyak, Semarang. (*)

By