• Sab. Jun 20th, 2026

Revitalisasi Masjid Aceh Dimulai Januari 2026, Gerakin Perbaiki Rumah Ibadah Pascabanjir

Lembaga Amal Zakat Gerak Kita Indonesia (LAZ Gerakin) menyiapkan program Revitalisasi masjid Aceh di Pidie Jaya, Langsa, dan Bireuen. (doc)

ACEH – Lembaga Amal Zakat Gerak Kita Indonesia (LAZ Gerakin) menyiapkan program Revitalisasi masjid Aceh di Pidie Jaya, Langsa, dan Bireuen. Gerakin menjadwalkan pelaksanaan program tersebut pada pertengahan Januari 2026 setelah tim menyelesaikan verifikasi kondisi lapangan.

Direktur Utama Gerakin Sandi Suwardi Hasan mengatakan tim masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan utama di setiap lokasi. “Langkah ini penting agar intervensi yang kami lakukan benar-benar tepat sasaran. Target kami, sebelum Ramadan masjid-masjid tersebut sudah bisa kembali digunakan secara optimal,” kata Sandi, Jumat (26/12/2025).

Program Pemulihan Rumah Ibadah Pascabanjir

Gerakin menjalankan Revitalisasi masjid Aceh sebagai bagian dari program “Kembalikan Gema Adzan di Aceh dan Sumatera”. Program ini bertujuan memulihkan fungsi rumah ibadah sekaligus membantu pemulihan psikologis dan spiritual masyarakat pascabencana banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh pada 26 November lalu.

Dalam pelaksanaannya, Gerakin menyediakan bahan bangunan seperti cat, perlengkapan pendukung, serta tenaga tukang. Setiap masjid membutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta. Pada tahap awal, Gerakin menargetkan perbaikan empat masjid dan satu pesantren.

Salah satu fokus program tersebut yakni Pondok Pesantren Tauthiatudz Dzakariah di Desa Teumpeun, Aceh Timur. Banjir bandang merusak asrama putra, pagar pesantren, serta menyebabkan hilangnya sejumlah kitab santri. Gerakin memperkirakan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk mendukung pendanaan Revitalisasi masjid Aceh, Gerakin membuka donasi publik dan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day serentak di enam kota, yakni Jakarta, Jember, Solo, Depok, Bogor, dan Lampung. Melalui kegiatan ini, Gerakin mengajak masyarakat memahami kondisi warga Aceh sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pemulihan rumah ibadah.

Sandi mengimbau masyarakat yang ingin berkontribusi agar menyalurkan donasi melalui kanal resmi Gerakin, baik secara daring maupun luring. “Kami mengajak masyarakat untuk berdonasi dan mengambil bagian dalam upaya pemulihan ini. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menguatkan kembali Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, inisiator Gerakin Fathan Subhi berharap program tersebut dapat mengembalikan ketenangan dan kekhusyukan masyarakat Aceh dalam beribadah. “Kami berharap Ramadhan nanti masyarakat Aceh bisa kembali beribadah dengan tenang dan khusyuk di masjid-masjid yang layak,” ucapnya. (*)

By