CILACAP – BMKG memperkirakan malam ini, tepatnya jam 12 malam, tinggi gelombang akan mencapai 2 meter di lautan. Namun demikian, gelombang dengan tinggi 2 meter di lautan ini belum tentu sama dengan yang ada di areal pantai.
BMKG sudah mengeluarkan peringatan adanya gelombang tinggi yang ancam perairan selatan Cilacap. Ancaman tersebut mulai 22 Desember 2022 hingga 27 Desember 2022. Gelombang tinggi ini bisa menimbulkan banjir rob akibat air laut yang pasang tinggi masuk ke daratan.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, malam ini antara pukul 00.00 hingga 01.00 menjadi puncak gelombang tinggi.
“Prakiraan rutin BMKG, pada sekitar jam 12 malam sampai jam 1 tinggi gelombang di laut mencapai 2 meter. Nah apakah 2 meter ini inklusif sampai di pantai atau tidak,” katanya, Kamis (22/12/2022).
Dia mengatakan, BPBD Cilacap sudah mengambil beberapa langkah antisipasi. Mulai dari melakukan mitigasi yang melibatkan relawan bencana. Dalam mitigasi ini, petugas akan mencari titik ancaman. Seperti tanggul pantai yang kritis atau tempat usaha yang terlalu dekat dengan garis pantai.
Ancaman gelombang setinggi 2 meter itu bisa menimbulkan kerusakan. Apalagi jika ada tanggul kritis yang menjadi pemisah antara pantai dengan perkampungan warga.
“Kita himbau, jika masyarakat punya kegiatan di pantai, maka asetnya dipinggirkan. Ini bagian dari Pengurangan Resiko Bencana. Kita tidak ingin ada jatuh korban. Baik korban manusia atau harta benda,” terangnya.
Menurutnya, gelombang tinggi yang pernah terjadi di Cilacap pernah menimbulkan kerugian besar. Tepatnya pada 2017 lalu yang menimbulkan kerugian besar senilai Rp 17 M. Demikian juga dengan kejadian serupa pada Maret 2022 yang membuat kerusakan pada warung di tepi pantai Cilacap.
“2017 pernah terjadi. Kerugian kita sampai 17 m. Air melimnpas di jalur lingkar timur. Kita tidak mau terulang lagi, terjadi lagi,” tegasnya. (*)
