• Jum. Jun 19th, 2026

Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Banyuwangi

tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. (doc)

BANYUWANGI – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Moh. Dafin Falendra Alvaro (9), warga Dusun Setembel, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Bocah ini sebelumnya dilaporkan tenggelam di sungai pada Sabtu lalu.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi, menjelaskan bahwa korban tenggelam di sungai ditemukan pada Selasa (5/8) sekitar pukul 10.45 WIB. Tim menemukan jasadnya di koordinat 8°24’17″LS dan 114°08’42″BT, sekitar 1,7 km dari lokasi awal kejadian.

Tim SAR segera mengevakuasi jenazah korban ke darat setelah menemukannya. Setelah itu, mereka mengantar korban tenggelam di sungai tersebut ke rumah duka atas permintaan keluarga.

Kantor SAR Surabaya menerima laporan awal tentang bocah tenggelam di sungai dan langsung menugaskan tim dari Pos SAR Banyuwangi. Kepala Kantor, Nanang Sigit P.H., memimpin koordinasi operasi pencarian sejak hari pertama.

Tim gabungan menyusun strategi pencarian korban tenggelam di sungai dan melibatkan sejumlah instansi. Mereka membentuk struktur operasi pencarian yang terorganisir.

Dua SRU (Search and Rescue Unit) air diturunkan untuk mencari korban yang di sungai. SRU pertama dengan 10 orang menyisir sejauh 5 kilometer, sedangkan SRU kedua dengan 12 orang menempuh jarak 3,6 kilometer menggunakan metode tubing.

Sementara itu, petugas lainnya melakukan pemantauan dari darat. Mereka menyebar di sepanjang aliran sungai, berfokus di titik-titik rawan tempat korban tenggelam di sungai.

Setelah proses evakuasi selesai, tim menutup operasi pencarian korban di sungai. Semua unsur SAR kembali ke satuan masing-masing siang itu juga.

Kepala SAR Nanang Sigit mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Ia mengapresiasi dedikasi semua tim dalam mencari korban yang di sungai.

Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Banyuwangi, SATPOLAIRUD, BPBD, DAMKAR, TAGANA, 851 Rescue, Polsek Gambiran, Koramil Gambiran, Rumah Zakat, perangkat desa, dan warga sekitar. Mereka bersama-sama mencari korban yang tenggelam di sungai selama tiga hari berturut-turut. (*)

By