BOJONEGORO – Balita di Bojonegoro bernama Nazril Izzan Khoirulkah, (5) membutuhkan bantuan dermawan untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan karena menderita hidronefrosis. Anak kedua pasangan Juli Astutik (30) dan Moch Siswanto (40) ini hanya bisa beraktivitas di dalam rumah bersama sang ibu.
Sejak dalam kandungan, dokter mendiagnosis Nazril menderita hidronefrosis, yakni pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine. Kondisi tersebut semakin berat karena ia terlahir tanpa anus dan saluran kemih.
“Sejak usia kandungan lima bulan sudah terdeteksi ada kelainan, jadi saya melahirkan di rumah sakit. Waktu itu lahir di RSUD Sosodoro Bojonegoro dan langsung dilakukan tindakan karena tidak punya anus,” jelas Juli Astutik di rumahnya.
Hingga kini, balita hidronefrosis di Bojonegoro tersebut sudah menjalani enam kali operasi. Meski demikian, perutnya masih buncit dan membuatnya sering rewel serta kesulitan beraktivitas.
Keterbatasan ekonomi dan lambatnya penanganan medis membuat orang tua Nazril tidak bisa berbuat banyak. Mereka berharap pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat umum memberi dukungan agar balita hidronefrosis di Bojonegoro ini bisa mendapat pengobatan optimal.
“Kami sangat berharap ada bantuan agar Nazril segera sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya,” kata Juli.
