CILACAP – Bencana banjir di 2 desa di Kabupaten Cilacap, datang saat warga seharusnya memulai buka puasa. Akbiatnya, mereka melupakan sejenak nikmatnya es atau tajilan. Demikian juga dengan ibadah sholat tarawih pada Jumat (14/3/2025) malam.
2 desa di Kabupaten Cilacap, tergenang banjir akibat hujan deras yang terus menguyur selama 2 hari berturut-turut. Desa tersebut adalah Salebu di Kecamatan Majenang dan Limbangan (Wanareja). Penyebab utama karena sungai yang meluap. Sungai yang meluap adalah Ciglagah, Cigeugeumeh dan Cilanggir.
Hujan deras tersebut terjadi pada Kamis (13/3/2025) dan Jumat (14/3/2025). Hujan selalu turun pada sore hingga malam hari. Akibatnya, sungai di bagian hilir sudah tak bisa menampung sejak hari pertama. Hingga saat Jumat malam, air sudah tidak bisa tertampung dan meluap menggenangi rumah warga.
Kepala Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, Agus Fauzi mengatakan, air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 18.00.
“Air mulai masuk pas mau buka puasa,” katanya, Sabtu (15/3/2025).
Banjir di sana terjadi karena luapan Sungai Cigeugeumeh dan Ciglagah. Kedua sungai ini selalu meluap tiap kali musim penghujan dan mengakibatkan banjir.
Bencana banjir serupa juga pernah terjadi pada Oktober 2021. Air limpasan dari Sungai Cigeugeumeh mengakibatkan banjir di 2 desa di Kecamatan Wanareja, Cilacap. Banjir ini juga merusak belasan kios di Pasar Nyakra Desa Limbangan dan rumah warga Desa Salebu Kecamatan Majenang.
Selain itu, jembatan di atas sungai ini juga terancam ambruk. Penyebabnya karena air sungai sudah menggerus material yang berfungsi menguatkan plat penghubung antara jembatan dengan jalan. Hingga muncul lubang besar di bagian lantai jembatan penghubung Kecamatan Wanareja dan Majenang. (*)
