CILACAP – 2 desa di Kabupaten Cilacap, tergenang banjir akibat hujan deras yang terus menguyur selama 2 hari berturut-turut. Desa tersebut adalah Salebu di Kecamatan Majenang dan Limbangan (Wanareja). Penyebab utama karena sungai yang meluap. Sungai yang meluap adalah Ciglagah, Cigeugeumeh dan Cilanggir.
Hujan deras tersebut terjadi pada Kamis (13/3/2025) dan Jumat (14/3/2025). Hujan selalu turun pada sore hingga malam hari. Akibatnya, sungai di bagian hilir sudah tak bisa menampung sejak hari pertama. Hingga saat Jumat malam, air sudah tidak bisa tertampung dan meluap menggenangi rumah warga.
Kepala Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, Agus Fauzi mengatakan, air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 18.00.
“Air mulai masuk pas mau buka puasa,” katanya, Sabtu (15/3/2025).
Dia mengatakan, air dari atas bukit mengalir deras menuju 3 sungai tersebut melalui sejumlah selokan. Namun, debit sungai yang sudah tinggi, air dari selokan ini meluap dari semua sisi.
Agus tidak menyebutkan secara pasti berapa rumah yang tergenang. Hanya saja, balai Desa Salebu tergenang air kurang lebih 50 cm. Demikian juga dengan perkampungan warga di 2 desa ikut tergenang.
Menurut Agus, hal ini sudah sering terjadi karena ada penyempitan sungai di bagian hilir. Terutama titik pertemuan 3 sungai tersebut yang ada di selatan 2 desa tersebut dan sering membuat rumah warga tergenang banjir.
“Ada penyempitan pas di titik pertemuan 3 sungai,” kata dia.
“Jadi kalau hujan 2 atau 3 hari, yang banjir pertama pasti areal sawah. Begitu hari ke 2, air masuk rumah karena sawah sudah penuh,” terangnya.
Agus menjelaskan, petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, sudah melakukan peninjauan dan pengecekan. Dia mengusulkan agar BBWS bisa melakukan normalisasi, terutama di titik pertemuan sungai.
“Ini sudah kita usulkan,” tegasnya. (*)






