CILACAP – Tangan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengalami bengkak hingga harus diperban selama proses jalan kaki pulang ke Majenang. Petugas medis mengambil langkah ini untuk menghindari cidera lebih serius.
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengakhiri masa jabatannya dengan pulang jalan kaki ke rumahnya di Majenang. Rencana tersebut sudah tersusun rapi dan terjadwal. Termasuk mengatur lokasi istirahat dan bermalam.
Jarak antara Majenang dan Cilacap kurang lebih mencapai 80 KM. Dan perjalanan pulang bupati Cilacap dengan jalan kaki, mulai Senin (14/11/2022). Sementara titik akhir di rumah pribadi bupati di Majenang.
Sesuai dengan jadwal, rute pulang dengan jalan kaki bermula dari Pendopo Cilacap pada 14 November 2022 pukul 60.00 pagi.
Memasuki hari ke 2, tepatnya etape antara Kawungante hingga Sidareja, tangan bupati sampai bengkak. Kondisi ini nampak dari sejumlah unggahan foto atau video di berbagai media sosial maupun Whatsapp grup. Perban melingkar di tangan kanan sang bupati.
Kondisi ini terjadi karena sepanjang perjalanan, bupati banyak memenuhi permintaan warga untuk berjabat tangan. Dan tidak jarang, jabat tangan ini sangat erat hingga kelamaan membawa pengaruh ke otot.
Anak sulung Tatto, Tietha Ernawati mengatakan, kondisi bupati tersebut masih bugar meski sudah berjalan 4 hari. Termasuk kondisi kaki yang masih kuat menjalani seluruh etape.
“Kaki kuat. Tapi tangan justru yang bengkak,” kata Tietha.
Dia mengatakan, kondisi tangan bengkak ini karena bupati banyak bersalaman dengan warga di sepanjang rute.
“Kadang salamannya erat banget. Kaya ketarik gitu,” katanya.
Sepanjang perjalan pulang dari pendopo Cilacap-Majenang, bupati banyak menemui warga yang menunggu di tepi jalan. Demikian juga dengan warga yang menunggu di lokasi istirahat atau titik akhir tiap etape. Dan tiap bertemu warga ini, bupati selalu memenuhi permintaan jabat tangan dari warga. Hingga akhirnya tangan tanggan sang bupat ini menjadi bengkak. (*)






