CILACAP – BPBD Cilacap pastikan tidak akan percaya pada ramalan dukun terkait masalah ancaman kebencanaan ataupun perubahan iklim. Apalagi jika ramalan tersebut dengan jelas menyebutkan waktu akan adanya bencana atau kejadian terkait iklim. Termasuk prakiraan terkait gelombang tinggi.
Gelombang tinggi ancam wilayah perairan selatan Kabupaten Cilacap. Ini sesuai dengan peringatan dini dari BMKG yang memperkirakan kalau Cilacap terancam gelombang tinggi.
BMKG sudah mengeluarkan peringatan adanya gelombang tinggi yang ancam perairan selatan Cilacap. Ancaman tersebut mulai 22 Desember 2022 hingga 27 Desember 2022. Tinggi gelombang laut pada Jumat (23/12/2022) dini hari mencapai 2 meter dan bisa menimbulkan kerusakan di daratan. Terutama jika ada tanggul pantai yang kritis. Air dari laut ini akan langsung menerjang apapun, termasuk rumah dan tempat usaha yang ada di tepi pantai.
BPBD menilai, BMKG merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki kewenangan memonitor tentang cuaca. Termasuk jika ada ancaman saat terjadi perubahan iklim maupun cuaca.
Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi memastikan tidak akan percaya terhadap ramalan dukun. Pihaknya tetap bergepang pada informasi resmi dari BMKG yang merupakan lembaga pemerintah.
“Lembaga yang bertanggung jawab terhadap perubahan iklim adalah BMKG. Ini lembaga resmi pemerintah resmi yang pasti kita BPBD harus mengacu. Kalau kita tidak mengacu dan tidak menindaklanjuti perintah BMKG, maka kita salah,” ujarnya terkait ancaman gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa.
Dia lalu menegaskan kalau BPBD Cilacap tidak akan akan pernah percaya jika ada ramalan dari dukun. Termasuk ramalan dukun terkait ancaman bencana di Cilacap.
“Saya tidak bisa mengacu pendapat dukun. (Misal) kalau besok minggu akan terjadi tsunami,” kata Wijonardi.
“(Ramalan dukun) Itu ngawur dan hanya akan menimbulkan keributan. Saya bisa tuntut nanti,” tegasnya. (*)






