CILACAP – Harga telur dan daging ayam jelang puasa, naik secara perlahan. Kenaikan pada 2 komoditas ini sudah terjadi sejak 13 Maret 2023 meski kenaikan cukup beragam. Beberapa hari sebelumnya, harga daging ayam masih Rp 28 ribu per kg. Harga ini merupakan harga standar daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cilacap.
Jelang puasa, biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat akan daging ayam dan telur. Komoditas ini menjadi bahan buruan untuk menjadi menu utama saat sahur dan buka puasa.
Seperti yang terpantau di Pasar Majenang, Cilacap. Di pasar ini, harga telur dan daging ayam dan telur sudah naik secara perlahan. Hingga Selasa (21/3/2023), harga daging ayam tercatat Rp 32 ribu per kg. Sementara telur mencapai Rp 31 ribu per kg.
Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, kenaikan harga telur dan daging ayam naik dalam sepekan terakhir.
“Harga telur dan daging ayam naik terus dari kemarin,” ujarnya.
Dia mengatakan, kenaikan ini terpengaruh oleh perubahan pola konsumsi masyarakat menjelang puasa. Karena biasanya, mereka ingin menyantap menu terbaik saat awal puasa. Baik saat santap sahur maupun buka puasa.
“Biasanya memang seperti itu. Awal puasa “pengin” makan yang enak,” kata dia.
Namun demikian, kenaikan harga ini tidak terjadi pada daging sapi dan ikan segar. Saat ini harga daging sapi masih stabil dan harga sedikit berbeda untuk tiap jenis daging. Seperti daging sapi paha atau bagian tubuh lainnya.
“Kalau daging sapi malah stabil. Memang masyarakat lebih senang beli daging ayam ataupun telur terutama di awal puasa,” kata dia.
Dia mengatakan, harga ini akan bertahan sampai dengan pekan ke 2 puasa. Bahkan ada kemungkinan harga 2 komoditas ini akan cenderung menurun. Baru kemudian saat pekan ke 3 puasa, harga akan merangkak naik sampai kemudian mencapai puncak jelang lebaran. (*)






