CILACAP – Kabupaten Cilacap tiba-tiba diguncang gempa dahysat yang membuat masyarakat lari tunggang langgang. Mereka mencari lokasi paling aman untuk berlindung sekaligus mendapatkan pertolongan pertama dari aparat.
Kepanikan warga Cilacap membuat kerawanan lain muncul. Yakni adanya tindakan warga yang masuk ke obyek vital dengan berbagai alasan. Termasuk warga yang masuk untuk menjarah karena keterbatasan makanan pasca bencana.
Situasi chaos ini nampak dalam simulasi penangganan kebencanaan yang digelar TNI AL Pangkalan Cilacap yang melibatkan seluruh unsur, Kamis (13/7/2023).
Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Bambang Subeno, M.Tr.Hanla., M.Si mengakui, Cilacap rawan bencana dan kerap diguncang gempa dan butuh antisipasi bersama.
TNI AL memandang, kerawanan ini terjadi karena Cilacap sangat dekat dengan lempeng Indo-Australia dan sering mengalami pergerakan.
“Cilacap jadi salah satu tempat di Indonesia di sisi selatan yang rawan gempa karena berada lempeng Indo-Australia,” katanya.
Dia merinci, latihan dan simulasi ini berlansung selama 2 hari mulai Rabu (12/7/2023) dan Kamis (13/7/2023). Pihaknya menggelar simulasi pada Kamis dengan melibatkan warga dan seluruh aparat terkait lainnya. Sementara hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang Standar Operasi Penanganan Bencana.
“Simulasi kita bagi 4. Pertama dan kedua adalah penanganana saat bencana. Ketiga dan empat tentang pengamanan obyek vital saat bencana,” katanya.
“Pelatihan bisa jadi sarana menyamakan kesiapsiagaan, sinergi dan kebersamaan seluruh instansi di Cilacap. Terutama TNI AL sebagai pegiat utama latihan ini. Ini juga untuk kita meningkatkan kemampuan, tanggap darurat penanggulangan bencana,” terangnya.
Dalam pelatihan tersebut melibatkan 450 personil dari TNI AL, AD dan Polri. Juga ada dari Basarnas, BPBD Cilacap dan instansi lain serta warga Cilacap. (*)






