CILACAP – Pasukan dari Pusat Komando Pasukan Katak TNI AL terdiri dari 5 penyelam, tiba di Cilacap dan langsung melakukan penyelaman, Kamis (20/7/2023). Tujuan utama adalah mengidentifikasi temuan ribuan peluru di pelabuhan PT SBI pada Sabtu (15/7/2023).
Nelayan Cilacap temukan ribuan peluru berbagai kaliber di sekitar pelabuhan dekat PT SBI, Sabtu (15/7/2023). Petugas langsung mengamankan temuan tersebut dan membawanya ke markas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap. Penemuan selongsong ini baru diungkapkan Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Bambang Subeno, Selasa (18/7/2023).
Para nelayan ini semula hendak mencari mesin dari kapal yang tenggelam. Namun justru mereka menemukan ribuan peluru dekat jangkar.
Bambang mengatakan, Pasukan Katak TNI AL langsung selami pelabuhan Cilacap. Ini sesuai dengan perkiraan sebelumnya yakni tim akan bekerja pada Kamis atau Jumat.
“Kami dari Lanal Cilacap sudah kedatangan tim dari Pasukan Katak TNI AL dengan Letkol Ponco sebagai komandan penyelaman. Hari ini adan besok tim lalukan penyelaman untuk bisa kita pastikan apa yang ada di alur pelabuhan Cilacap,” terang Bambang.
“Amunisi ini aman atau tidak. Nanti tim penyelaman yang akan melihat,” katanya.
Letkol Ponco menambahkan, tim terbagi atas tekhnical diver dan historical diver. Tugas utama adalah melakukan penyelaman dengan kedalaman antara 20 sampai 22 meter di bawah permukaan laut. Ini sesuai dengan informasi awal dari Lanal Cilacap.
Tugas historical diver adalah mengidentifikasi peluru. Karena tiap peluru ada kode tertentu yang menjelaskan tahun dan asal produksi.
“Di head stamp ada kode di kepala amunisi,” katanya.
Dia menambahkan, hasil dari penyelaman akan menjadi bahan diskusi saat peluru dan anggota tim Pasukan Katak sudah naik kedaratan.
“Kita bawa ke atas baru kita diskusikan apa yang ada di bawah,” tegasnya. (*)






