CILACAP – Bencana kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih di Cilacap, kian meluas. Sebelumnya, kekeringan melanda 12 desa di 5 kecamatan. Terbaru, warga Desa Karangpucung Kecamatan Karangpucung, mulai meminta bantuan air bersih ke BPBD Cilacap.
Data di BPBD Cilacap menyebutkan, per 19 Agustus 2023 ada 12 desa di 5 kecamatan yang terdampak kekeringan. Namun dengan masuknya Desa Karangpucung, maka jumlah warga, desa dan kecamatan terdampak kekeringan kian meluas. Hingga sekarang menjadi 13 desa di 6 kecamatan.
Sesuai prediksi BMKG, kemarau memasuki puncak pada Agustus 2023. Kondisi seperti ini kerap membuat kekeringan kian meluas.
Mengatasi kekeringan di desa tersebut, BPBD Cilacap sudah menerjunkan bantuan air bersih sebanyak 10 ribu liter air atau setara 2 tanki, Senin (21/8/2023). Bantuan ini untuk 130 keluarga dan 386 jiwa. Masing-masing merupakan warga Dusun Suryan dan Dusun Karangpucung.
Kasi Trantibum Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Faizin mengatakan, bantuan tersebut langsung dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Warga desa setempat sebelumnya sudah mengajukan bantuan air bersih ke pemerintah.
“Ini sebagai tindak lanjut dari surat permohonan dari desa,” katanya.
Dia mengatakan, penyebab utama kekeringan ini karena kemarau yang sudah memasuki masa puncak. Hingga mata air dan sumur warga mengering dan membuat mereka mengalami krisis air bersih.
“Kemarau sudah membuat sumber air bersih mengering dan menyulitkan warga,” kata dia.
Sebelumnya, BPBD Cilacap di akun instagram @bpbdcilacap menyebutkan, kecamatan terdampak kekeringan ada 5. Yakni Kecamatan Kawunganten dengan 5 desa terdampak. Lalu ada Kecamatan Patimuan di 3 desa. Selain itu, kekeringan juga melanda Kecamatan Bantarsari dan tersebar di 2 desa dan Kecamatan Gandrungmangu di 2 desa.
Yang cukup mengejutkan adalah kekeringan di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur. Perlu diketahui, Kecamatan Dayeuhluhur berada di daerah pegunungan yang pada umumnya lebih mudah mendapatkan air bersih. (*)






