News  

Cilacap Alami Kekeringan Terparah dalam 3 Tahun Terakhir

Proses pengiriman bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Kekeringan di Cilacap tahun ini menjadi yang terparah dalam 3 tahun terakhir. (doc)

CILACAP – Kabupaten Cilacap terdampak kekeringan terparah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Sampai dengan 25 September 2023, kekeringan sudah melanda 53 desa dan tersebar di 17 kecamatan.

Jika melihat jumlah wilayah terdampak kekeringan di Cilacap, maka tinggal menyisakan 7 kecamatan saja yang belum tersentuh. Karena di Cilacap ada 24 kecamatan.

Pemerintah melalui BPBD Cilacap sudah mengirimkan 428 tangki untuk 14.149 keluarga 42.335 jiwa. Tiap tanki berisi 6 ribu liter air bersih. Hingga total sudah 2.568.000 liter air bersih untuk menolong warga terdampak kekeringan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Erna Sumaryati mengakui, kekeringan di Cilacap menjadi yang terburuk dalam 3 tahun terakhir. Penyebab utama karena kemarau panjang yang terjadi di Cilacap.

Dia membandingkan kemarau pada 2021 dan 2022 yang cenderung lebih basah. Yakni masih adanya hujan saat musim kemarau di 2 tahun itu.

“Tahun 2021 dan 2022 kemarau basah hingga tidak ada droping air bersih,” katanya, Selasa (26/9/2023).

Erna menyebutkan, Pemerintah Cilacap menyiapkan anggaran untuk penyaluran air bersih sebanyak 706 tanki. Dan sampai dengan 25 September 2023, sudah terdistribusi 428 tanki air bersih. Hingga tinggal menyisakan 278 tanki.

“Anggaran APBD (Cilacap) ada 706,” katanya.

Selain dari pemerintah, sejumlah lembaga dan organisasi massa juga ikut memberikan bantuan air bersih secara langsung. Seperti bantuan dari PMI, LazizMU dan LazizNU Cilacap. Demikian juga dengan kelompok masyarakat, perusahaan swasta dan BUMN di Cilacap.

Salah satu desa yang menerima bantuan air bersih adalah Desa Bantar Kecamatan Wanareja. Desa di bagian barat Cilacap ini juga mengalami kekeringan terburuk dalam 3 tahun terakhir. Dari 8 dusun yang ada di sana, 4 dusun sudah terdampak kekeringan.

“4 dari 8 dusun sudah terdampak kekeringan,” kata Kepala Desa Bantar, Zakaria. (*)