Puncak Acara Dies Natalis INSIMA Majenang Penuh Nuansa Tradisi Nan Religi

Rektor INSIMA, Dr. H. Masngudi, M.E.I menyerahkan tumpeng kepada Ketua Yayasan Sufyan Tsauri, Jumat (4/9/2026), saat puncak Dies Natalis ke 18 INSIMA. (doc/insima)

CILACAP – Puncak acara Dies Natalis ke 18 Institu Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA), penuh dengan nuansa tradisi yang sangat religius. Ini terlihat dari rangkaian acara yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) pagi hingga siang usai sholat jumat.

Pada pagi hari, ada acara membaca Al Quran yang melibatkan seluruh civitas akademika kampus tersebut. Demikian juga dengan siang hari, yang diadakan doa bersama yang dipimpin salah satu ulama dari lingkungan kampus. Dan jauh sebelumnya, ada ziarah ke makam ulama dan pendiri yayasan yang menaungi INSIMA.

Rektor INSIMA, Dr. H. Masngudi, M.E.I saat puncak acara mengatakan, ada dua hal yang coba dibangun INSIMA dalam Dies Natalis tahun ini. Yakni mempertahankan tradisi, sekaligus membangun budaya inovasi. Kedua hal tersebut pada akhirnya akan mampu membangun peradaban.

“Menguatkan tradisi dan membangun inovasi pd akhirmya akan membangun peradaban,” katanya.

Dia menambahkan, dalam kontek perguruan tinggi, inovasi tentunya harus ada unsur membangun. Hingga tidak sekedar menjadi pengulangan semata. Namun harus mampu memproduksi sebuah pengetahuan baru.

“Jadi tidak hanya mengulang tapi bisa memproduksi pengetahuan. Ini yang menjadi tantangan kampus dalam mengawinkan tradisi dengan inovasi,” katanya.

Dia berharap, momen Dies Natalis INSIMA ke 18 menjadi momen untuk menguatkan seluruh unsur di dalam kampus. Termasuk dari para pendiri, pengurus yayasan hingga tokoh ulama yang ada di Majenang.

“Mohon doa restu dari pengasuh dan pendiri, agar INSIMA bisa menjadi Universitas,” tegasnya.

Puncak Dies Natalis INSIMA ke 18, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor dan diserahkan kepada Ketua Yayasan Sufyan Tsauri. Juga ada penghargaan dosen dan karyawan terbaik. Panitia juga menyerahkan hadiah kepada pemenang sejumlah perlombaan. Seluruh lomba ini juga memadukan tradisi islami dan inovasi dalam dunia pendidikan, sesuai dengan tema Dies Natalis ke 18 INSIMA.

Selain itu, mahasiswa juga memperlihatkan sendra tari dan juga drama kolosal yang mengangkat cerita rakyat setempat.

Agenda Dies Natalis

Meski sudah ada kegiatna puncak, namun sejumlah agenda untuk menyemarakan Dies Natalis ke 18 INSIMA masih akan berlangsung. Seperti workshop kopi pada Sabttu (5/9/2026) dan lomba catur di hari Minggu (6/9/2026). Lalu pada Senin (7/9/2026), ada seminar internasional yang melibatkan akademisi dari sejumlah kampus dalam dan luar negeri.

Sementara sebelumnya, sejumlah agenda sudah digelar sejak pertengahan Agustus 2026. Termasuk lomba MTQ yang melbiatkan peserta dari sejumlah provinsi di tanah air. Juga ada lomba penulisan esay, ideo vlog dan donor darah.

Seluruh rangkaian acara tersebut, dikemas agar sesuai dengan tema Dies Natalis ke 18 yakni Menguatkan Tradisi, Membangun Inovasi dan Menumbuhkan Peradaban. (*)