JAKARTA – Tenaga medis menjelaskan bahwa gangguan saraf, atau neuropati, terjadi ketika fungsi saraf terganggu oleh penyakit atau cedera. Kita bisa mencegah gangguan saraf dengan mengenali gejalanya lebih awal, mulai dari kram ringan hingga kelumpuhan yang parah.
Para ahli mengidentifikasi berbagai jenis gangguan saraf, termasuk acquired polineuropati, sebagai kondisi ketika beberapa saraf rusak secara bersamaan akibat penyakit tertentu. Kita dapat mencegah gangguan saraf dengan memahami jenis dan penyebab penyakit ini.
Dokter mengelompokkan acquired polineuropati berdasarkan fungsi saraf seperti neurosensori, motorik, dan otonom, serta menurut penyebab atau genotipenya. Dengan mengenali jenisnya, kita dapat mencegah gangguan saraf melalui tindakan pencegahan yang tepat sasaran.
Pasien yang mengalami acquired polineuropati sering melaporkan gangguan pada gerakan dan indra di kedua sisi tubuh, nyeri seperti terbakar, dan kelemahan otot. Kita dapat mencegah gangguan saraf dengan lebih peka terhadap gejala-gejala tersebut dan segera memeriksakannya ke dokter.
Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Gangguan Saraf
Kita bisa mencegahnya dengan rutin berolahraga. Aktivitas fisik ringan selama 10–15 menit setiap pagi dan sore membantu menjaga aliran darah dan memperkuat sistem saraf.
Para pekerja perlu menghindari aktivitas yang melibatkan gerakan berulang dalam jangka panjang. Dengan sering beristirahat dan melakukan peregangan, kita dapat mencegah gangguan akibat postur tubuh yang tidak ideal.
Orang yang menjaga berat badan ideal turut mencegah karena berat badan berlebih bisa memberi tekanan pada saraf kaki dan meningkatkan risiko kerusakan saraf. Pola makan sehat rendah kalori sangat membantu menjaga keseimbangan tersebut.
Ahli gizi menyarankan kita mencukupi asupan vitamin B1, B6, dan B12 untuk menjaga sistem saraf tetap sehat. Dengan nutrisi yang tepat, kita bisa mencegah dan memperbaiki sel-sel saraf yang mulai rusak.
Orang yang menghindari alkohol telah melakukan langkah penting dalam mencegah gangguan saraf. Alkohol menghambat penyerapan vitamin B, sehingga membatasi kemampuan tubuh untuk menjaga fungsi saraf secara optimal. (*)
