Dosen UGM Bagikan Tips Hindari Keracunan Makanan di Tempat Hajatan

ilustrasi

YOGYAKARTA – Warga yang menggelar hajatan, bisa memakai tips hindari keracunan makanan akibat menyantap menu sajian yang sangat beragam. Tips ini berasal dari dosen UGM, salah satu universitas terbaik di tanah air.

Menggelar hajatan hingga menimbulkakan keracunan makanan secara massal, akan membuat malu yang punya gawe. Apalagi, korban sampai harus mendapatkan perawatan medis dan menginap di rumah sakit. Agar tidak mengalami peristiwa ini, dosen UGM membagikan tips untuk bisa hindari keracunan makanan.

Situs ugm.ac.id menuliskan, keracunan makanan sudah seringkali terjdi di masyarakat umum. Jumlahnya tergolong banyak, meski tidak semua orang melaporkan kejadian tersebut.

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM Prof Dr Ir Sri Raharjo, MSc, mengatakan
keracunan makanan tiap tahun banyak terjadi.

Dia mencontohkan kasus keracunan makanan di Klaten dan terjadi karena beberapa faktor. Hasil analisa menyebutkan,  menurut Sri Raharjo, rendang daging sapi dan krecek berisiko lebih tinggi dibanding sajian acar, kerupuk dan snack. Terlebih jika memasak dalam jumlah besar dan ada resiko tidak matang secara utuh.

Juga waktu penyajian rendang dan daging krecek pada malam hari bertepatan dengan gelaran wayang kulit. Sangat mungkin menu ini sudah dimasak pada pagi hari. Hingga ada jeda 12 jam dari matang sampai penyajian. Ini memungkinan bakteri tumbuh dan menimbulkan keracunan.

Dia lalu membagikan tips hindari keracunan makanan di tempat hajatan. Yakni dengan memahami tata cara mengolah makanan dalam jumlah besar. Juga harus memperhatikan peralatan pengolahan dan cara pemakaiannya secara tepat. Serta kewaspadaan jika menu baru disajikan setelah 10 jam karena sangat mungkin ada bakteri di dalam menu tersebut.

“Warga penting mengerti dan melakukannya. Warga pun harus selalu menjaga kondisi kesehatannya,” tegasnya. (*)

Exit mobile version