• Jum. Jun 19th, 2026

Erupsi Semeru Muntahkan Kolom Abu 900 Meter, Status Masih Siaga

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi Semeru pada Rabu (24/12/2025) dini hari. (doc)

JAKARTA – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi Semeru pada Rabu (24/12/2025) dini hari. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan kolom letusan setinggi sekitar 900 meter di atas puncak serta mengeluarkan suara gemuruh.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan erupsi terjadi pada pukul 04.23 WIB. “Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada 24 Desember 2025 pukul 04.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut,” kata Sigit, Rabu (24/12/2025).

Sigit menjelaskan kolom abu pada erupsi Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta timur laut. Alat seismograf merekam erupsi tersebut dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 28 detik.

“Letusan Gunung Semeru yang terjadi pagi ini disertai suara gemuruh lemah,” ujar Sigit.

PVMBG Keluarkan Rekomendasi

Selain erupsi pagi hari, petugas juga mencatat erupsi Semeru pada pukul 01.39 WIB. Pada kejadian itu, Gunung Semeru melontarkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal ke arah timur laut. Seismograf merekam letusan tersebut dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 118 detik.

Sigit menyatakan saat ini Gunung Semeru berada pada status Level III atau siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kemudian mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.

“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” kata Sigit.

Ia menambahkan, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG melarang warga beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru. Larangan itu berlaku karena risiko lontaran batu pijar dari puncak gunung. Petugas mengimbau warga mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar. Ancaman tersebut berpotensi terjadi di aliran sungai dan lembah berhulu di Semeru. Imbauan itu terutama berlaku di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai kecil yang menjadi anak Sungai Besuk Kobokan juga masuk zona waspada. (*)

By