Gegara Bayi Kena Cacingan Akut, Pemerintah Siapkan Langkah Berikut Ini

Menko PMK, Pratikno dalam sebuah kesempatan. Pasca kasus bayi meninggal akibat kena cacingan akut, membuat pemerintah menyiapkan langkah antisipasi. (doc/instagram)

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah konkret setelah kasus bayi kena cacingan akut di Sukabumi, Jawa Barat, menelan korban jiwa. Tragedi ini mendorong pemerintah menghidupkan kembali program pemberian obat cacing massal bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan kasus bayi kena cacingan akut menjadi alarm nasional untuk memperbaiki sistem kesehatan masyarakat. Ia menyebut rapat lintas kementerian dan lembaga sudah membahas tindak lanjut. Termasuk evaluasi sanitasi dan perbaikan pelayanan kesehatan.

“Kasus ini sebenarnya sudah terdeteksi posyandu. Obat cacing juga sudah diberikan, bahkan ada rujukan ke rumah sakit. Namun, kita harus memastikan pelaksanaannya benar-benar sampai ke anak, bukan hanya diberikan lalu dibawa pulang,” ujar Pratikno.

Ia meminta Kementerian Kesehatan memperketat SOP pembagian obat cacing yang pembagiannya setiap enam bulan sekali. Petugas wajib mengawasi anak-anak agar meminum obat di tempat. Selain itu, harus ada perbaikan SOP rujukan puskesmas ke rumah sakit, agar pasien tetap mendapat layanan meski menghadapi kendala biaya atau transportasi.

Pratikno menambahkan kondisi rumah korban bayi kena cacingan akut jauh dari layak. Tidak ada jamban, sanitasi buruk, dan fasilitas MCK tidak memadai. Tim medis yang ikut mendampingi kunjungan bahkan memberikan penanganan kepada anggota keluarga lain yang sakit.

“Kasus kematian bayi akibat kena cacingan akut menjadi pengingat keras bagi kita semua. Ini alarm nasional agar tragedi serupa tidak terulang dan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia di mana pun berada,” tegasnya.

R, bayi 4 tahun asal Sukabumi, meninggal karena cacingan akut. Kasus ini mengejutkan publik dan memicu kemarahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Keluarga R tinggal di rumah bilik panggung dengan bagian bawah penuh kotoran ayam. Kondisi itu membuatnya terpapar cacing sejak kecil. Pada 13 Juli 2025, tim pegiat sosial menemukannya dalam kondisi kritis lalu membawanya ke rumah sakit. Namun, sembilan hari kemudian bayi ini meninggal, tepatnya pada 22 Juli 2025. (*)

Exit mobile version