• Kam. Jun 18th, 2026
Warung pedagang di pantai Cilacap rusak akibat gelombang tinggi, Selasa (30/8/2022). (doc)

CILACAP – Gelombang tinggi menyapu perairan pantai selatan Cilacap, Selasa (30/8/2022). Akibatnya sejumlah bangunan milik pedagang rusak. Wilayah terdampak gelombang tinggi di Cilacap antara lain tempat wisata yang ada di sana.

Seperti Areal 70 yang ada di sekitar dekat jantung kota Cilacap. Demikian juga dengan pantai Jetis yang ada di sisi timur.

Hasil pantauan petugas di Kecamatan Kroya menyebutkan, ketinggian gelombang air laut di Pantai Sodong dan Pantai Cemara Sewu antara 1,5 M sampai dengan 3 M. Kedua pantai ini tidak nampak adanya banjir rob.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, memastikan gelombang tinggi sudah membawa dampak di perairan Cilacap.

“Pantauan petugas sejak pagi melaporkan beberapa wilayah pantai tujaun wisata sudah terdampak. Dengan merusak aset pedagang,” katanya.

Dia menambahkan, gelombang tinggi ini juga menyapu Pantai Kemiren, Cilacap. Akibatnya tanggul di sana kembali rusak dan jebol.

BPBD Cilacap sejak pagi mengerahkan petugas di wilayah pesisir dekat kota dan Kecamatan Kroya. Mereka menghimbau agar warga mengurangi aktifitas di tepi pantai guna menghindari terjangan ombak.

“Kami minta masyarakat mengurangi aktifitas di tepi pantai, sesuai dengan himbauan BMKG,” kata dia.

Dia memastikan, pihaknya terus menyiagakan personil dan peralatan yang ada. Seperti pengerahan 3 unit mobil untuk patroli pantai. Demikian juga dengan unit EWS yang terus menyuarakan himbauan kepada masyarakat.

“Prakirakan dari BMKG menyebutkan kalau pantai lagi tidak bersahabat dengan potensi gelombang bisa mencapai 4 hingga 6 meter,” tegasnya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *