• Jum. Jun 19th, 2026

Hari Pertama Bertugas, Rano Karno Awali dengan Pantun Ikan Lele

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno foto bersama istri usai pelantikan. Hari pertama bertugas, Rano Karno meninjau pengerukan sungai. (doc/instagram @si.rano)

JAKARTA – Hari pertama bertugas, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno langsung bekerja dengan turun melakukan peninjauan proyek pengerukan sungai. Dia datang ke Kali Krukut dan Kali Mookervart. Kali Mookervart sering menjadi penyebab banjir di daerah Semanan, Rawa Buaya, Duri Kosambi, dan Kalideres.

Presiden Prabowo secara langsung lantik 196 kepala daerah dari 481 daerah di Indonesia, Kamis (20/2/2025). Pelantikan ini berlangsung khidmat dengan seluruh peserta berbaris rapi di lokasi pelantikan.

Prosesi pelantikan berawal dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden RI tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Rinciannya adalah 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur. Lalu ada 365 bupati dan Wakil Bupati, 85 Wali Kota dan Wakil.

Dari 33 Gubernur dan Wakil Gubernur, salah satunya adalah pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.

Sehari usai pelantikan, Pramono Anung dan Rano Karno punya agenda berbeda. Pramono Anung menjadi bagian dari kepala daerah dari PDIP yang tidak mengikuti retret di Magelang, sesuai perintah Megawati. Perintah ini turun pasca KPK resmi menahan Hasto Kristiyanto.

Sementara Rano Karno, langsung gas dengan meninjau proyek pengerukan sejumlah sungai yang sering jadi penyebab banjir di Jakarta. Agenda kerja ini dia unggah di akun instgram pribadinya. Di awal video, dia mengawali perjalanan dinas tersebut dengan pantun ikan lele.

“Ubur-ubur ikan lele. Langsung kerja lee. Gaas,” kata Rano Karno.

Dia menjelaskan, pengerukan seluruh sungai menjadi salah satu program kerja dalam 100 hari pertama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Sekaligus, menjadi upaya pemerintah dalam mengendalikan banjir yang tiap musim penghujan selalu terjadi.

“Jadi ada beberapa sungai yang kita keruk. Ini buat bagian dari pengendalian banjir,” katanya.

Dia mengakui, kedua sungai yang dia tinjau memang kondisinya sangat dangkal dan juga kotor. Kondisi ini membuat daya tampung sungai berkurang.

“Jadi kagak bisa nampung air hujan dengan baik,” tegasnya. (*)

By