CILACAP – Penyebab SD Negeri minim siswa di Kabupaten Cilacap karena beberapa faktor dan memaksa dinas untuk menggabungkannya dengan SD lain. Salah satu faktor tersebut adalah jumlah penduduk yang sangat sedikit.
Salah satu contoh SD minim siswa di Cilacap adalah SD 03 Sadahayu di Kecamatan Majenang. SD ini berada di Dusun Timbang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan. Satu-satunya akses menuju ke sana harus melalui hutan pinus dengan jalan terjal, tikungan tajam dan rusak parah.
Jumlah keluarga di Dusun Timbang tercatat hanya ada 150.Sebagian warga justru merantau ke luar daerah sebagai buruh. Hal ini menjadi penyebab kenapa SD 03 Sadahayu tiap tahun minim siswa baru. Bahkan sejak awal berdiri, sekolah ini hanya menerima siswa baru tiap 2 tahun sekali.
Sekretaris Desa Sadahayu, Siti Haniah mengakui kalau jumlah penduduk di sana sangat sedikit. Ini menjadi penyebab utama SD 03 sangat minim siswa.
“Hanya ada 150 keluarga,” kata dia.
Faktor lain adalah persaingan antara SD Negeri dengan swasta. Saat ini, SD ataupun MI swasta berlomba-lomba untuk mencitrakan diri sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Kepala SD maupun MI swasta memanfaatkan fenomena meningkatnya kesadaran masyarakat akan pendidikan agama.
Korbannya adalah SD 03 Padangjaya di Kecamatan Majenang, Cilacap. Tahun ini, sekolah tersebut hanya bisa mendapatkan 2 siswa baru.
Kepala SD 03 Padangjaya, Mujaki mengakui adanya persaingan antara SD negeri dengan swasta. Apalagi, sekolah ini terkepung oleh lembaga pendidikan milik yayasan ataupun organisasi islam.
“Karena ada persaingan,” kata dia.
Dia merinci, ada 3 sekolah swasta yang ada di sekitar SD 03 Padangjaya. Plus adanya SD negeri yang ada di sisi utara. Hal ini membuat warga memiliki banyak pilihan dan SD 03 Padangjaya kian tersudut. (*)
