• Jum. Jun 19th, 2026

Lokasi Pemantauan Hilal Tersebar di 96 Titik

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dalam sebuah kesempatan. Dia menyebut, ada 96 lokasi pemantauan hilal dan tersebar di seluruh tanah air. (doc/kemenag)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan lokasi pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah akan tersebar di 96 titik. Sementara pemantauan tersebut akan berlangsung pada Selasa (17/2/2026). Hasil pemantauan akan menjadi dasar dalam Sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama.

Kemenag akan mengundang sejumlah untuk ikut sidang isbat. Mulai dari duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BMKG. Juga akan menghadirkan Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, ahli falak dan pimpinan ormas Islam. Terakhir adalah Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan sidang isbat menjadi forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad di situs resmi Kementerian Agama.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik. Sementara sudut elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Data tersebut menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan, seperti MABIMS.

Untuk melengkapi data hisab, Kemenag melaksanakan rukyatul atau melihat hilal secara langsung. Lokasi pemantauan hilal ini ada di 96 lokasi . Kemenag bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, dan lainnya dalam pemantauan hilal tersebut.

Keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H, katanya secara resmi setelah sidang isbat selesai melalui konferensi pers.

“Hasil hisab dan rukyat kami bahas bersama. Keputusan akhir kami sampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya. (*)

By