GARUT – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat lonjakan hepatitis di Garut yang terkonsentrasi di Kecamatan Malangbong. Wabah ini menyerang puluhan siswa SMA dan masyarakat umum. Dugaan awal, ada lebih dari 90 kasus sejak pekan pertama hingga pekan ke-27 tahun 2025.
Hepatitis adalah peradangan pada hati akibat berbagai faktor. Penyebabnya seperti karena terkena infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu, atau gangguan autoimun. Peradangan ini dapat bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang). Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati serta gangguan fungsi metabolisme tubuh.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman, mengatakan pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan. Sasarannya adalah memeriksa sampel terhadap siswa di SMA yang menjadi pusat temuan awal. Pemeriksaan ini bertujuan memetakan tingkat penyebaran sekaligus menentukan langkah pencegahan yang tepat.
“Lonjakan hepatitis di Garut harus segera diantisipasi. Kami juga menelusuri sumber penularan virus yang menyerang organ hati dan menyebar melalui jalur oral,” ujar Asep.
Dinas Kesehatan Garut menelusuri faktor risiko di lingkungan sekolah dan masyarakat, termasuk kebersihan fasilitas umum. Dinas meminta sekolah untuk memberikan izin istirahat kepada siswa yang terinfeksi hingga sembuh total. Serta menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) di kamar mandi dan area publik sekolah.
Pemkab Garut menegaskan, edukasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten. Baik kepada siswa maupun pedagang kantin sekolah. Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus di tengah lonjakan hepatitis di Garut. (*)
