JAKARTA – Manfaat rambutan pertama terlihat dari tekstur dan rasanya. Di balik kulit keras dan menyerupai bulu babi, rambutan memiliki daging lembut dan rasa manis, sehingga orang dapat mengonsumsinya sebagai camilan sehat setiap hari.
Rambutan kaya karbohidrat dan menyediakan mangan, tembaga, vitamin C, magnesium, serta potasium. Kandungan nutrisi dalam rambutan membuat buah ini lebih sehat dibanding camilan olahan yang tinggi lemak dan natrium.
Rambutan secara signifikan membantu menurunkan risiko diabetes. Studi PLOS Medicine pada 2017 mengamati 500.000 orang dewasa di Cina selama 7 tahun dan menemukan bahwa konsumsi buah tinggi, termasuk rambutan, menurunkan risiko diabetes.
Selain itu, manfaat rambutan juga terlihat dalam pencegahan kanker. Rambutan mengandung antioksidan seperti antosianin, senyawa fenolik, dan senyawa metanol, yang umumnya dikaitkan dengan pengurangan risiko kanker.
Manfaat rambutan mendukung kesehatan tulang. Kandungan potasium membantu menjaga kepadatan mineral tulang, sehingga risiko pengeroposan tulang seiring bertambahnya usia dapat berkurang.
Manfaat rambutan juga membantu mengurangi risiko batu ginjal. Potasium dalam rambutan meningkatkan resorpsi kalsium di ginjal, mencegah terbentuknya batu ginjal dari kalsium.
Terakhir, manfaat rambutan meliputi pemeliharaan kesehatan jantung. Kandungan potasium menurunkan tekanan darah, serat mengurangi kolesterol, dan vitamin C melindungi arteri dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan berbagai kandungan nutrisi dan manfaat rambutan, buah ini layak menjadi bagian dari pola makan sehat. Konsumsi rambutan sebagai camilan sehari-hari dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. (*)
