Mengenal Sistim Ozonisasi di IPAL RSUD Majenang

ilustrasi

CILACAP – Intalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL RSUD Majenang, Cilacap mengunakan sistim ozonisasi yang memiliki beberapa keungulan. Salah satunya mampu menekan polusi berupa bau tidak sedap. Juga hasil akhir berupa air limbah yang lebih bersih dan berkualitas.

IPAL milik RSUD Majenang, sudah lama dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini sudah terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dan masih terjadi sampai saat ini. Warga bahkan sempat memaksa Bupati Cilacap untuk melihat saluran sungai yang menjadi ujung instalasi IPAL dan kerap menimbulkan bau.

RSUD Majenang sendiri memilih sistim ozonisasi di fasilitas IPAL. Dengan metode ini tidak akan muncul bau tidak sedap. Lalu, apa itu sistim ozonisasi di fasilitas IPAL RSUD Majenang?

Sistem ozonisasi di fasilitas IPAL RSUD Majenang, adalah metode pengolahan air limbah yang menggunakan ozon (O3). Zat ini berfungsi sebagai agen desinfektan dan oksidator untuk menghilangkan mikroorganisme patogen, bahan organik, dan polutan lain yang berbahaya. Ozon memiliki daya oksidasi yang kuat dan dapat bereaksi cepat dengan berbagai senyawa dalam air limbah. Hingga ozon sangat efektif untuk mengurangi polutan.

Ozon saat bercampur dengan air limbah akan memecah senyawa organik, membunuh mikroorganisme, dan mengoksidasi zat-zat berbahaya. Zat ini juga efektif membunuh bakteri, virus dan mahkluk mikro yang berbahaya. Hingga metode ini sangat kuat dalam mencegah penyebaran infeksi dari air limbah. Selain itu, bahan organik yang ada di dalam air limbah akan mudah terurai.

Kabid Pelayanan RSUD Majenang, dr Nur Cahyo menjelaskan fasilitas IPAL di sana memakai sistim ozonisasi. Metode ozonisasi ini untuk menghindari bau tidak sedap. Beda dengan sistim yang menggunakan bakteri untuk mengurai limbah karena akan menghasilkan bau tidak sedap.

Dia mengatakan,  air limbah dari tiap ruangan masuk ke bak pengendali dan sudah ada treatmen. Lalu ke bak berikutnya dan setelah itu ke instalasi terakhir untuk ozonisasi. (*)

Exit mobile version